Wilayah Suak Kandis Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Bawah Air, Bachyuni Minta Aparat Tegas

Pj Bupati Muaro Jambi Bachyuni Deliansyah meminta aparat hukum menindak tegas masyarakat yang mencuri barang antik di Kumpeh Ilir.

Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Muzakkir
Puluhan perahu ketek bersandar di Suak Kandis Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Pj Bupati Muaro Jambi Bachyuni Deliansyah meminta aparat hukum Kabupaten Muaro Jambi menindak tegas masyarakat yang mencuri barang antik di kawasan Kumpeh Ilir.

Permintaan itu dikarenakan kawasan tersebut menyusul sudah ditetapkan sebagai cagar budaya bawah Air.

"Kita minta aparat untuk bertindak tegas," kata Bachyuni.

Saat ini ratusan warga dari Sumatera Selatan dan warga sekitar melakukan pencarian barang antik di wilayah Suak Kandis

Mereka melakukan pencarian dengan cara menyelam menggunakan alat bantu pernapasan.

Nekatnya masyarakat yang menggali barang antik tersebut karena sesuai dengan hasilnya. Tak sedikit masyarakat yang menemukan barang antik itu menjadi miliarder.  Barang antik yang didapat berupa gerabah, mangkok, keris, cincin, emas dan lain sebagainya.

Konon ceritanya, desa yang terletak sekitar 3 jam dari Kota Jambi itu dulunya merupakan tempat masuknya masyarakat dari berbagai negara, karena di sana merupakan pelabuhan terbesar Jambi kala itu.

Banyak kapal-kapal bersandar, mulai dari kapal dari China, Jepang, Arab Saudi dan kapal-kapal para saudagar dari negeri seberang.

Kala itu, jika mau masuk Jambi, kapal-kapal tersebut harus bersandar di sana terlebih dahulu, dan tak sedikit yang kapal yang karam.

Karamnya kapal ini membuat banyak harta karun yang tersimpan di dalam kapal itu ikut tenggelam. Seperti emas, guci, keramik, keris, berlian.

Dengan banyaknya harta karun yang tenggelam itu, kini lokasinya menjadi incaran pemburu barang antik. Banyak masyarakat setempat bahkan masyarakat dari luar Provinsi Jambi datang ke Suak Kandis.

Masyarakat nekat menyelam hingga ke dasar sungai untuk mencari harta Karun tersebut. Mereka menyelam dengan alat bantu oksigen dan mesin penyedot untuk menggali tanah yang telah menimbun barang tersebut.

Bahkan menurut kabar yang berhembus, ada kolektor dari luar negeri langsung datang ke lokasi untuk membeli barang aktif dari hasil carian masyarakat. Tak tanggung-tanggung, ada kolektor yang berani membelinya hingga miliaran rupiah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Firdaus menyebut jika kawasan tersebut telah diusulkan menjadi tempat cagar budaya bawah air.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved