Khazanah Islami

Tata Cara Mengerjakan Puasa Asyura, Disertai Keutamaan Bagi yang Mengerjakannya

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada tanggal 10 Muharram

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
istimewa
Puasa Asyura 

TRIBUNJAMBI.COM - Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada tanggal 10 Muharram.

Tata cara puasa Asyura adalah sebagai berikut:

1. Membaca niat puasa Asyura.

 Niat puasa Asyura bisa dibaca di malam hari atau di pagi hari sebelum terbit fajar.

2. Makan sahur.

 Sahur adalah makan terakhir sebelum berpuasa. Sahur dianjurkan untuk dilakukan agar tubuh tidak lemas selama berpuasa.

3. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa

Hal-hal yang membatalkan puasa di antaranya adalah makan, minum, merokok, dan berhubungan suami-istri.

4. Menyegerakan berbuka puasa

Berbuka puasa adalah mengakhiri puasa dengan makan dan minum. Berbuka puasa dianjurkan untuk dilakukan segera setelah azan Maghrib berkumandang.

Puasa Asyura memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

1. Menghapus dosa setahun yang lalu.

2. Mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

3, Mendapatkan syafaat dari Allah SWT.

4. Mendapat perlindungan dari Allah SWT dari berbagai macam musibah.

Ustaz Abdul Somad mengatakan, waktu paling afdol untuk puasa pada bulan Muharram adalah tiga hari.

Namun jika tidak bisa tiga hari, bisa melaksanakan dua hari.

 Rasulullah Nabi Muhammad menegaskan, Puasa di tanggal 10 Muharram adalah Puasa Asyura yang dilakukan oleh Nabi Musa setelah Firaun ditelan oleh laut.

Bani Israil kemudian diajak berpuasa atas terbebasnya mereka.

"Nabi Muhammad SAW mengikuti syariat Nabi Musa, yakni melaksanakan Puasa sunnah pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram," tutur Ustaz Abdul Somad

"Sebagai umatnya, kita wajib mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW. Perlu digaris bawahi, bukan mengikuti syariat Nabi Musa, namun Nabi Muhammad. Segala apa yang dikerjakan Rasulullah, kita tiru," ucapnya.

Ustadz Abdul Somad menerangkan sebaiknya melakukan Puasa pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram bagi yang sanggup mengerjakannya.

 Puasa yang dilakukan pada tanggal tersebut akan menghapus dosa orang tersebut setahun yang lalu.

"Dosa besar dan kecil. Adapun hutang, piutang, harta orang yang termakan tak dapat ditebus Puasa Asyura," tegasnya.

Rasulullah Saw melaksanakan Puasa Asyura pada 10 muharram.


Saat Rasul hijrah di Madinah, beliau tetap melaksanakannya dan memerintahkan untuk melaksanakannya.

Terdapat sebuah riwayat  yang menerangkan bahwa Rasulullah  bertemu dengan sekelompok Yahudi di Madinah.

Rasulullah mendapati mereka sedang menjalankan Puasa pada tanggal 10 muharram.

"Rasulullah bertanya, 'Puasa apa yang kamu lakukan ini?'

Mereka menjawab, 'Pada hari ini Allah SWT menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Akhirnya Nabi Musa Puasa pada hari itu sebagai bentuk rasa syukur.'


Mendengar jawaban itu, Rasulullah berkata, 'Kami lebih berhak atas Puasa Musa daripada kalian.' Nabi Muhammad SAW kemudian berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk Puasa." (HR Ibnu Majah)

Puasa Asyura ini juga untuk  memperingati peristiwa yang terjadi di hari yang sama, 10  muharram.

Pada tanggal 10 muharram, Nabi Musa AS diselamatkan Allah SWT dari kejamnya penguasa Raja Fir'aun.

"Mengingat Asyura, mengenang bagaimana orang-orang sombong, gagah perkasa ketika hidup," bebernya.

Ustadz Abdul Somad pun mengutarakan kisah dari Nabi Musa AS dan Raja Fir'aun.

"Anak lelaki dia sembelih hidup-hidup dan anak perempuan dia biarkan hidup. Karena bagi dia (red: Raja Fir'aun), anak lelaki itu ancaman," tegasnya.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura, Keutamaannya Mendapat Ampunan Allah dari Segala Dosa

Baca juga: Yuk Puasa Tasua dan Puasa Asyura di Muharram, Ini 4 Keutamaan Mengerjakannya

Baca juga: Amalan Sunnah di Bulan Muharram, Jangan Lupa Puasa Tasua dan Asyura

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved