Khazanah Islami

Amalan Sunnah di Bulan Muharram, Jangan Lupa Puasa Tasua dan Asyura

Banyak keutamaan bagi yang mengamalkan amalan sunnah Di bulan Muharram, di antaranya puasa Tasua dan Puasa Asyura.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
ISTIMEWA
Banyak keutamaan bagi yang mengamalkan amalan sunnah Di bulan Muharram, di antaranya puasa Tasua dan Puasa Asyura. 


TRIBUNJAMBI.COM - Di bulan Muharram banyak keutamaan bagi yang mengamalkan amalan sunnah.

Di antara amalan sunnah tersebut ada puasa Tasua dan Puasa Asyura.

“Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kota Banjarmasin Ustadz H. Uria Hasnan. Lc. MA Bulan Muharram menjelaskan jika adalah bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT.

 Bulan Muharram  adalah satu diantara empat bulan haram (suci) dan berada di urutan pertama tahun Hijriah diikuti tiga bulan lainnya yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Rajab.

Amalan  yang dianjurkan dilaksanakan pada Bulan Muharram adalah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT seperti sabda Rasulullah SAW :


Artinya adalah, Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.

 Bulan Muharram  istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah.

Sebab disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah, inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya dan memperbanyak penyebutan asma-Nya.

Satu diantara ajaran dari beberapa guru agama yang diamalkannya yaitu menuliskan lafadz basmallah:


Dimana lafadz ini dituliskan sebanyak 21 kali dalam keadaan suci menghadap kiblat di waktu dhuha pada tanggal 10 muharram.

"Dzikir yang disebut berbagai macam menurut pandangan ulama. Tapi dzikir pada dasarnya adalah membaca Alqur'an, berdoa dan lain sebagainya," kata Ustadz Uria.

Lalu amaliyah lainnya yaitu melaksanakan puasa, termasuk puasa tasyua dan asyura seperti dikatakan Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,


Artinya, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).
Yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil sebagaimana beliau menedangkan masalah pengampunan dosa ini dalam pembahasan wudhu.
Supaya diampuni dari dosa besar , amalan tersebut bisa dibaca.

Seorang Muslim juga dianjurkan memperbanyak taubat.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved