Sindir Lewat Status WA, Eko Tewas di Tangan Teman, Dihajar Pakai Paving dan Ditusuk Hingga 14 Titik

Nyawa Eko Ahmad Ariyadi (27) tak tertolong usai dihajar dan ditusuk 13 pemuda yang merasa tersindir lewat Status WhatsApp.

Editor: Darwin Sijabat
Tribun Jateng/Kolase Tribun Jambi
Nyawa Eko Ahmad Ariyadi (27) tak tertolong usai dihajar dan ditusuk 13 pemuda yang merasa tersindir lewat Status WhatsApp. 

"Eko nantang terus, jangan cari Ayuf ayo berkelahi saja dengan saya."

"Tantangan itu ditunjukan ke Achong," beber tersangka Andrew.

Perkelahian itu ternyata berujung pengeroyokan.

Baca juga: Kabar Terbaru Polisi Tembak Polisi: CCTV di Rusun Polri Dianalisa Usut Tewasnya Bripda Ignatius

Korban dihajar 13 tersangka menggunakan paving dan pisau.

"Kalau saya pukul pakai paving sekali di bagian punggung."

"Saya juga tidak tahu kalau Achong bawa pisau," terang pemuda yang bekerja sebagai bang titil itu.

Selepas kejadian, beberapa tersangka kabur ke Surakarta, tetapi berhasil dikejar polisi.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, masih ada 6 tersangka yang buron masing-masing Edwin alias Achong, Suryo, Dodi Setiawan, Agung Mulyo, Nicholas, dan Yoga alias Bebek.

Peran mereka beragam mulai memukul pakai tangan, menendang pakai kaki, maupun menggunakan alat lain seperti paving dan pisau.

14 luka tusukan yang dialami korban semuanya dilakukan tersangka Edwin alias Achong yang masih buron.

Sedangkan tersangka yang menggunakan paving, Andrew dan Saiq Fazal.

"Kami minta tersangka yang buron segera menyerahkan diri," katanya melalui Tribunjateng.com, Selasa (25/7/2023).

Para tersangka dijerat Pasal 170 Ayat (2) Ke-3 KUHP yakni barang siapa terang-terangan dan dengan tenaga bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang, yang bersalah diancam pidana penjara paling lama 12 tahun jika kekerasan tersebut mengakibatkan maut atau meninggal dunia.

"Ancaman hukuman 12 tahun penjara," tandasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Inara Rusli Beberkan Cara Virgoun Asuh Anak: Dia orangnya tegas

Baca juga: Pemkot Jambi Langsung Stop Pembangunan Stockpile di Aurduri: Sampai Ada Izin Masyarakat

Baca juga: Pihak Perusahaan Sebut Sudah Kantongi Izin Stockpile Batu Bara di Wilayah Aur Kenali Kota Jambi

Baca juga: Helikopter Water Bombing Patroli di Tanjabbar, Betara dan Batang Asam Banyak Terjadinya Karhutla

Artikel ini diolah dari TribunJateng.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved