Berita Jambi

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Pugar Dua Candi di KCBN Muarojambi Tahun Ini

Agus Widiatmoko mengatakan, ada sejumlah candi hasil pekerjaan atau pengupasan tahun lalu akan memasuki rencana pemugaran tahun ini

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
tribunjambi/musawira
Agus Widiatmoko Kepala BPK Wilayah V. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V sedang melaksanakan persiapan teknis untuk memugar sejumlah situs candi di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarojambi.

Kepala BPK Wilayah V Agus Widiatmoko mengatakan, ada sejumlah candi hasil pekerjaan atau pengupasan tahun lalu akan memasuki rencana pemugaran tahun ini.

Agus menyebut satu diantaranya ada Candi Koto Mahligai dan Candi Parit Duku. Sedangkan Candi Sialang akan memasuki rencana pemugaran tahun mendatang.

“Tidak lama lagi, saat ini kita sedang menyiapkan persiapan teknis,” katanya kepada Tribunjambi belum lama ini.

Ia bilang, persiapan teknis yang dilakukan pihaknya menyangkut sumber daya manusia.

Bukan tanpa sebab, upaya pelestarian candi ini membutuhkan SDM yang terlatih.

Komplek percandian Muarojambi.
Komplek percandian Muarojambi. (Tribunjambi/Musawira)

“Secara sosial sejauh ini tidak ada masalah karena yang melakukan pemugaran itu tenaga-tenaganya dari warga desa setempat baik Desa Danau Lamo, Muara Jambi dan Desa Kemingking Luar yang kita libatkan dalam pelestarian candi. Setiap kali pemugaran kita lakukan pendampingan dan pengawasan,” ujarnya.

Pekerjaan pada 2022 yang lalu BPK Wilayah V (sebelumnya BPCB Jambi) sudah berhasil menyelesaikan pemugaran Candi Teluk I dan melanjutkan pemugaran Candi Gedong I.

“Candi teluk I itu bertahun-tahun terbengkalai saat ini sudah dipugar. Jadi ada 2 candi yang sudah kita selesaikan dan 2 candi baru tahap ekskavasi, yang tahun ini kita pugar,” ujarnya.

Untuk memugar satu candi itu membutuhkan waktu empat bulan hingga tujuh biulan tapi tergantung volume ukurannya.

“Candi Koto Mahligai dan Parit Duku itu luasannya cukup besar. Kalau iitung dari kebutuhan tenaga yang terlatih itu bisa dua candi. Sebab pemugaran candi ini tidak sembarangan butuh tenaga yang terlatih,” pungkasnya.

Baca berita  terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pelestarian KCBN Muarojambi Telan Dana Rp1,1 T, Gubernur Jambi Upayakan Tercatat Jadi Warisan Dunia

Baca juga: KCBN Muaro Jambi Dibuka, Wisatawan Dipusatkan di Candi Gumpung dan Candi Tinggi

Baca juga: Belasan Ribu Wisatawan Kunjungi KCBN Candi Muaro Jambi Selama Momen Lebaran 2023

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved