Berita Jambi

Pelestarian KCBN Muarojambi Telan Dana Rp1,1 T, Gubernur Jambi Upayakan Tercatat Jadi Warisan Dunia

Pembiayaan untuk pengembangan dan pelestarian KCBN Muarojambi didanai oleh pemerintah pusat melalui Kemdikbud Riset dan Teknologi

|
Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi.com/Musawira
Gubernur Jambi Hadiri Perayaan Waisak di Candi Kedaton Sebagai Momentum Mengenang Ajaran Sang Buddha. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Gubernur Jambi, Al Haris akan mengupayakan KCBN Muarojambi menjadi situs warisan dunia yang diakui UNESCO.

Hal itu menyusul keberhasilan Pemprov Jambi menjadikan Situs Geopark Merangin Jambi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

Pembiayaan untuk pengembangan dan pelestarian KCBN Muarojambi didanai oleh pemerintah pusat melalui Kemdikbud Riset dan Teknologi.

Kata Haris untuk mendukung itu, pemerintah pusat melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah V telah melakukan pembebasan lahan masyarakat yang berada di lingkungan situs.

Tercatat dana yang sudah digelontorkan pemerintah pusat senilai Rp1.1 Triliun.

"Tahun lalu (2022) sudah dibayarkan dengan anggaran Rp300 miliar. Tahun ini kembali dianggarkan Rp800 miliar," katanya usai menghadiri Waisak Bersama Umat Buddha di Candi Kedaton, Minggu (11/6/2023).

Anggaran yang sudah masuk ke KCBN Muaro Jambi guna mengembalikan fungsi dari pada peninggalan Umat Buddha sebagai tempat pendidikan. Terutama 5 ajaran Buddha yang pernah diajarkan oleh guru ternama.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pak Presiden Jokowi karena sudah banyak mendanai terkait pengembangan Candi Muarojambi.”

“Pak Presiden menginginkan KCBN Muarojambi hidup lagi perguruan tinggi yang lebih maju saat itu. Kalau nanti itu terwujud Jambi akan menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan Buddha di Nusantara,” sambungnya.

Ia mengatakan mulai hari ini sudah fokus untuk melakukan penanganan dan mengusulkan KCBN Muarojambi menjadi warisan dunia dan tercatat di UNESCO.

Sebab, peninggalan ini merupakan sejarah budaya dan sejarah pendidikan bahkan sudah dikenal diseluruh belahan dunia ini.

“Seyogyanya KCBN Muaro Jambi dianggap daerah yang sakral. Saat ini kita lihat umat Buddha kembali menggunakan untuk merayakan hari suci Waisak. Ini warisan leluhur yang harus kita lestarikan. Silahkan bagi umat Buddha gunakan lokasi ini untuk acara keagamaan,” pungkasnya.

Baca juga: Tercatat Jadi Bacaleg di Dua Partai Astina Devi Pilih PPP, Ini Alasannya

Baca juga: Benarkah AC Milan dan AS Roma Kena Tikung? Youri Tielemans Tes Medis di Aston Villa

Baca juga: Belasan Aktivis KNPB Papua Diamankan Aparat Gabungan: Diduga Gelar Agenda Gelap

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved