Bayar Iuran Bulanan JKN Tak Seberapa, Manfaatnya Luar Biasa
ibunya merasakan kenyamanan selama dirawat di di kamar rawat pasien sesuai haknya sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)
TRIBUNJAMBI.COM – Kondisi ketika perut merasa penuh, mual, perut kembung serta disertai muntah biasanya lekat dengan gejala penyakit maag saat sedang kambuh.
Jika dibiarkan lama kelamaan tentu akan berakibat buruk kepada tubuh. Begitu juga dengan kondisi dari ibunda Idayani yang saat ini telah berusia 63 tahun.
Terdaftar sebagai peserta JKN sejak 2017, Idayani bersyukur karena kehadiran Program JKN sudah memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan untuk orang tuanya yang telah lanjut usia.
Ibunda Idayani saat ini tengah dirawat inap dengan menggunakan Program JKN.
Menurut Idayani, ibunya merasakan kenyamanan selama dirawat di di kamar rawat pasien sesuai haknya sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas 1.
“Sebenarnya kondisi ibu saya yang memang sudah sering masuk dan keluar rumah sakit karena penyakit maag yang Ia derita selama ini, maklum sudah berusia lanjut. Karena itulah, ibu saya rentan dengan yang namanya sakit. Memang ibu saya sudah berusaha hidup sehat dan mengatur pola makan, namun karena usianya sudah lanjut, tentu lebih besar peluang kemungkinannya akan membutuhkan pelayanan kesehatan yang intensif,” katanya kepada Jamkesnews, Rabu (26/4/2023).
Idayani menceritakan, belakangan ini ibunya semakin sering mengalami seperti mual hingga muntah-muntah.
Kondisi yang sebenarnya sudah sering terjadi karena kurangnya nafsu makan serta waktu makan yang sering terlambat.
“Dengan kondisi usia lanjut mungkin saja nafsu makan sudah tidak seperti muda dulu. Jadinya ia sering tidak napsu makan bahkan terlambat jam makan. Awalnya sudah dibawa berobat ke klinik dokter tempat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kami terdaftar hingga akhirnya dirawat inap di rumah sakit seperti sekarang,” ujar Idayani.
Kehadiran Program JKN bagi keluarga Idayani tentunya sudah tidak hal baru.
Bagaimana tidak, pada 2019 ayah Idayani telah meninggal dunia akibat mengalami pecah pembuluh darah.
Kondisi ini tentu sangat meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi Idayani sekeluarga.
Menurut Idayani, sampai akhir hayat ayahnya merasakan manfaat pelayanan Program JKN.
Semua pelayanan kesehatan yang diperolehnya tidak dipungut biaya sama sekali.
Dengan begitu banyak yang ia dan keluarganya terima sebagai peserta JKN, Idayani tidak dapat menutupi rasa bersyukur dan bahagianya bahwa pelayanan yang ia terima benar sesuai yang diharapkannya.
“Selain tenang karena pelayanan yang kami terima tidak memungut biaya alias gratis, mulai dari sarana prasarana yang sangat nyaman. Bahkan untuk keluarga yang mendampingi pasien, fasilitasnya terbilang nyaman. Kemudian, penjelasan informasi dari petugas medis semuanya juga baik. Yang kami rasakan pelayanan kesehatan di rumah sakit sudah maksimal,” ujar Idayani.
Bagi peserta JKN yang telah merasakan sendiri manfaat Program JKN seperti keluarganya, tentu Idayani sangat berharap Program JKN akan terus ada demi menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat yang sudah menjadi pesertanya.
Cukup dengan membayar iuran sekitar 150 ribu rupiah setiap bulannya untuk ibunya, Idayani bisa menikmati pelayanan kesehatan sebaik ini.
"Saya tidak sekali dua kali merasakan baiknya pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit kepada ibu saya. Sungguh tidak terbayangkan jika ibu saya harus bolak balik ke rumah sakit dan menggunakan biaya pribadi. Hal ini tentu akan menyulitkan kami untuk biayanya. Saya harap tentunya Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan akan terus berlangsung menjamin kesehatan masyakat Indonesia. Tidak hanya biaya pelayanan yang gratis namun layanan yang diterima memang sangat berkualitas,” pungkasnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: BPJS Kesehatan Cabang Jambi Menyambut Hangat Pimpinan Ombudsman RI
Baca juga: Warsini Bersyukur, Kehadiran BPJS Kesehatan Bantu Meringankan Beban Masyarakat
Baca juga: Pelayanan BPJS Kesehatan Bungo Tetap Maksimal Walaupun Bulan Ramadan
Jadi Tajuk Demo Buruh, Apa Itu HOSTUM? Ada 6 Tuntutan Buruh Hari Ini |
![]() |
---|
Penjelasan Ending Fall For Me, Siapa yang Sebenarnya Bisa Dipercaya |
![]() |
---|
Alasan Bripda MA Lempar Helm ke Pelajar SMK hingga Koma dan Kepala Pecah, Akui Reflek Saat Razia |
![]() |
---|
Pemalsuan Ijazah Dwi Hartono, Pengusaha asal Jambi Diungkit, Kini Dalangi Pembunuhan Kacab Bank BUMN |
![]() |
---|
Penjelasan Ending Aema, Malam Penghargaan yang Berubah Jadi Skandal |
![]() |
---|