Pemilu 2024

Sosok Presiden ke-8 RI Menurut Mimpi SBY Bertemu Jokowi di Cikeas, ke Jateng dan Jatim Bareng Mega

Presiden ke-6 RI SBY bermimpi ditemui Presiden Jokowi ke Cikeas dan bersama menjemput Megawati Soekarnoputri untuk betemu presiden ke-8

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bermimpi ditemui Presiden Jokowi ke Cikeas dan bersama menjemput Megawati Soekarnoputri untuk betemu presiden ke-8 RI. 

Turut hadir dalam pertemuan itu yakni Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto, Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto serta politikus PDIP, Andreas Hugo Periera dan Masinton Pasaribu.

Sementara itu, dari perwakilan Partai Demokrat hadir Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon dan Wasekjen Partai Demokrat, Didik Mukrianto.

Puan Maharani dan AHY melakukan komunikasi secara tertutup.

Usai pertemuan, Puan Maharani dan AHY mengadakan jumpa pers.

Puan Maharani dan AHY lalu membeberkan hasil pembicaraan yang dilakukan kedua partai.

Keduanya sepat agar Pemilu 2024 bejalan damai dan gembira.

"Kami berdua menyepakati bahwa pemilu harus berjalan secara damai, silaturahmi harus tetap dilaksanakan, pesta demokrasi ini harus bisa membawa suasana sejuk, adem, ayem, gembira bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Ketua DPR RI ini.

"Pemimpin yang nanti dipilih oleh rakyat kita sama-sama disepakati bahwa itulah pemimpin yang nantinya sudah menjadi pilihan rakyat yang akan kita sama-sama hormati dan hargai," sambung Puan Maharani.

Senada dengan apa yang dikatakan Puan Maharani, AHy juga mengatakan hal yang salam.

Menurutnya, Partai Demokrat sepakat agar Pemilu 2024 dapat berjalan damai.

Dengan demikian, tidak ada polarisasi dan benturan keras antarmasyarakat dampak dari pesta demokrasi itu.

"Kami sama-sama sepakat ingin Pemilu 2024 ini berjalan dengan damai tidak terjadi perpecahan, tidak terjadi polarisasi atau benturan yang sangat keras antara masyarakat atau bangsa Indonesia sendiri," katanya.

"PDIP maupun Demokrat adalah sama sama nasionalis, merah putih, pancasilais dan tentu kita tidak ingin terjadi perpecahan di antara kita karena politik sesaat, oleh karena itu banyak hal yang bisa kita cari kesamaannya," sambung putera Presiden Susilo Bambang Yudhyono tersebut.

Puan Maharani mengatakan, silaturahmi antarpartai juga harus berjalan baik.

"Kami berdua sudah sepakat silaturahmi akan dilakukan untuk membangun komunikasi," ujarnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved