Berita Jambi

Pemkot Jambi Siap Fasilitasi Permasalahan PT RPSL dengan Nenek Hapsah

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi akan kembali memfasilitasi permasalahan antara PT Rimba Palma Sejahtera Lestasi (PT RPSL) dan keluarga nenek Hapsah.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi
Kabag Hukum Pemerintah Kota Jambi, Gempa Awaljon Putra 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah dilakukan pencabutan laporan terhadap siswi SMP berinisial SFA, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi akan kembali memfasilitasi permasalahan antara PT Rimba Palma Sejahtera Lestasi (PT RPSL) dan keluarga nenek Hapsah.

Untuk proses mediasi direncanakan akan dilakukan secara live oleh Pemkot Jambi.

Kabag Hukum Pemerintah Kota Jambi, Gempa Awaljon Putra mengatakan kasus ini sudah menarik perhatian nasional, maka dari itu, seluruh masyarakat baik di kota Jambi maupun secara nasional dapat melihat langsung bagaimana proses mediasi ini terjadi, sehingga masyarakat dari situ bisa memberikan penilaian apa upaya maksimal yang telah dilakukan oleh Pemkot Jambi.

"Dari perusahaan tidak membatasi nilai ganti rugi, sepanjang itu rasional, perusahaan akan memberikan kompensasi, tapi kalau itu tidak dianggap rasional yang mendasar tentunya tidak akan dikabulkan," jelas Gempa, Rabu (7/6/2023).

"Kita bisa lihat dari 90 KK hampir semuanya, kecuali keluarga nenek Hafsah semuanya telah diberikan kompensasi, karena mereka mengajukan nilai ganti kerugian yang rasional dan berdasar," sambungnya.

Baca juga: Pencairan Dana Desa Tanjabtim Jambi Ditargetkan Selesai, 3 Desa Masih dalam Proses

Baca juga: Nekat Melawan Saat Diciduk Polisi, 2 dari 3 Perampok Pemilik Salon di Medan Dihadiahi Timah Panas

Dikatakan Gempa, untuk menuntaskan permasalahan ini, Pemkot Jambi telah menyampaikan kepada keluarga nenek Hapsah untuk melakukan mediasi kembali.

"Saat mediasi pada bulan Februari 2022 itu tidak mencapai titik temu. Karena perusahaan menolak gugatan ganti kerugian sebesar 1,3 M yang diajukan keluarga nenek Hafsa, sehingga mereka melakukan walkout," tuturnya.

Ia juga menambahkan, bahwa Pemkot Jambi juga telah menghubungi pihak perusahaan dan kapanpun di jadwalkan, pihak perusahaan akan hadir.

"Sekarang ini untuk mediasi tentu kedua belah pihak harus hadir, kalau hanya pihak Pemkot dan Perusaahan yang hadir itu tidak bisa dilakukan, jika nenek Hapsah siap akan mau melakukan mediasi, kami akan memfasilitasi," pungkasnya. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Nekat Melawan Saat Diciduk Polisi, 2 dari 3 Perampok Pemilik Salon di Medan Dihadiahi Timah Panas

Baca juga: Satu Desa Mundur dari Peserta Pilkades Serentak di Muaro Jambi

Baca juga: DPRD Jambi Minta Pemprov Carikan Solusi Permanen Angkutan Batubara, Bukan Penyetopan Sementara

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved