Korban Tewas Gempa Turki dan Suriah Capai 20.000 Orang, Personil Polri Jalankan Misi Kemanusiaan
Jumlah korban tewas akibat gempa yang terjadi Turki dan Suriah hingga pada Jumat (10/2/2023) mencapai 20.000 orang.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Erdogan melontarkan respons di tengah kemarahan dari mereka yang terdampak gempa.
Baca juga: Korban Gempa Turki-Suriah Belum Semua Ditolong Warga Provinsi Hatay Belum Dievakuasi dari Reruntuhan
Warga terdampak memprotes lambatnya kedatangan tim penyelamat.
Erdogan, yang mencalonkan diri dalam pemilihan pada Mei mendatang, mengatakan dalam kunjungan ke zona bencana bahwa operasi penyelamatan berjalan normal.
Ia berjanji tidak akan ada yang kehilangan tempat tinggal.
Sejauh ini, jumlah korban tewas gabungan di Turki dan negara tetangganya, Suriah, naik di atas 11.000 orang.
Di seantero Turki selatan, orang-orang mencari perlindungan sementara.
Mereka juga membutuhkan makanan dalam cuaca musim dingin yang membekukan.
Mereka masih diliputi kesedihan di tumpukan puing tempat keluarga dan teman mungkin terkubur.
Tim penyelamat masih menggali beberapa orang yang selamat dan tewas.
Ada pemandangan dan keluhan serupa di negara tetangga Suriah.
Di mana dampak gempa besar hari Senin (6/2/2023) juga dirasakan negara itu.
Korban tewas dari kedua negara diperkirakan akan bertambah.
Ratusan bangunan yang runtuh di banyak kota telah menjadi kuburan bagi orang-orang yang tertidur di rumah saat gempa melanda pada dini hari.
Di kota Antakya, Turki, puluhan jenazah dan beberapa di antaranya ditutupi selimut dan seprai.
Lainnya di kantong jenazah, dibariskan di tanah di luar rumah sakit.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.