Jokowi Curhat di Hadapan Pengusaha Tionghoa, Soal Kebingungan Saat Tangani Pandemi Covid

Perayaan Imlek Nasional 2022 yang dihelat di lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu, (29/1) dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Perayaan Imlek Nasional 2022 yang dihelat di lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu, (29/1) dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pantauan Tribun di lokasi Presiden Jokowi datang sekitar pukul 15.45 WIB. Saat tiba di lokasi acara terdengar warga bersorak atas kedatangan Presiden Jokowi.

Terlihat juga Presiden Jokowi menggunakan baju batik berwarna coklat dengan gaya Cheongsam. Tak hanya itu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Putri juga tampak hadir, kemudian ada juga ketua umum Partai Perindo Hari Tanoesoedibjo hingga Kapolri Listyo Sigit.

Mengenakan baju berwarna merah, Megawati datang sekira pukul 15.50 WIB. Kedatanngannya pun disambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hadir terlebih dahulu 15.45 WIB dan para tamu undangan yang hadir.

Setelah itu, Megawati terlihat duduk disamping Presiden Jokowi, sambil sesekali berbincang.Turut hadir Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengenakan batik berwarna merah.

Sebelumnya Jokowi datang para Menteri dari Kabinet Indonesia Maju juga tampak hadir terlebih dahulu pada Perayaan Imlek Nasional 2023. Menteri-menteri yang datang yakni Menteri Agama Yaqut Cholil, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki.

Kemudian Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI (Menkopolhukam) Prof. Mahfud MD dan  Menteri BUMN Erick Thohir. Selain itu Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono juga nampak hadir perayaan Imlek 2023.

Adapun Ketua Pelaksana Perayaan Imlek Nasional 2023 Frenky Oesman Widjaja mengatakan bangsa Indonesia harus optimis menyambut tahun 2023. "Harapan kami di tahun kelinci air ini Indonesia dan dunia selalu aman, tentram dan sejahtera," katanya dalam sambutan pembukaan Perayaan Imlek Nasional 2023.

Curhat Covid

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi bercerita saat Indonesia diterpa pandemi Covid-19. Kala itu, sambung dia, pemerintah sempat kebingungan untuk mengambil keputusan apakah harus lockdown (karantina wilayah) atau tidak. Namun akhirnya pemerintah memutuskan untuk tidak menerapkan karantina wilayah.

“Waktu awal awal kita menentukan, lockdown atau tidak. Seluruh negara lockdown, waktu rapat kabinet hampir 80 persen menteri minta lockdown, tapi saat itu kita juga masih jernih dan tenang, menghitung kekuatan rakyat di bawah seperti apa,” kata Jokowi.

Ditambahkannya bahwa pemerintah memperhitungkan sebab-akibat jika mekanisme karantina wilayah ditetapkan kala itu.Bisa saja, kata dia, masyarakat melakukan tindakan tak terkendali seperti kerusuhan, mengingat kesulitan yang terjadi saat pandemi mewabah.

Sebab, lanjut Jokowi, pemerintah memiliki data kemampuan masyarakat Indonesia, yang pada akhirnya diputuskan pemerintah untuk tidak menerapkan karantina wilayah. “Oleh sebab itu saya putuskan tidak lockdown, meskipun tekanannya lockdown, dan ternyata tidak salah. Itu kalau diputuskan lock down bisa di minus 17 saat itu, itu mengendalikan ke normalnya sangat sulit,” kata Jokowi.

Lebih jauh Jokowi mengatakan bahwa keadaan pada 2020 hingga 2022 terasa begitu sulit, karena Indonesia kebingungan mencari APD, vaksin, hingga obat-obatan.  "Kalau kita ingat tahun 2020, 2021, 2022, betapa saat pandemi masuk kita semuanya gagap, bingung, apa yang harus kita putuskan, kita bingung cari APD, kita rebutan vaksin karena semua negara mencari vaksin, kita juga kejar kejaran mencari obat," katanya.

"Pada saat puncak, kita keteteran, menyiapkan oksigen, dan kita ingat saat itu semua mall tutup, pasar tutup, bioskop tutup, tempat ibadah semua tutup, dari masjid, gereja, vihara, pure," sambungnya.

Sehingga, Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bersyukur karena telah melewati masa sulit tersebut. Bahkan, saat ini PPKM di Indonesia telah dicabut, dan seluruh kegiatan dapat dilaksanakan secara langsung, salah satunya perayaan Imlek Nasional 2023 ini.

"Kita sering lupa kalau sudah enak, lupa kalau sekarang sudah normal, meskipun sekarang masih masa transisi, tapi yang saya sangat senang, sangat menghormati budaya kita," katanya.

Jokowi kemudian mengucapkan selamat tahun baru Imlek kepada seluruh warga negara Indonesia keturunan Tionghoa dari Sabang sampai Merauke."Seluruh warga negara Indonesia keturunan Tionghoa dari Sabang sampai Merauke yang hadir sore hari ini. Pertama saya ucapkan selamat tahun baru Imlek, Gong Xi Fa Cai. Semoga kebahagiaan dan kesejahteraan selalu menyertai kita semua," kata Presiden Jokowi.

 

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved