Editorial

Jelang Akhir Sidang Ferdy Sambo

Sementara Ferdy Sambo membuat pembelaan dalam tulisan yang diberi judul Setitik Harapan dalam Ruang Sesak Pengadilan

Editor: Deddy Rachmawan
GRAFIS TRIBUNJAMBI
Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Brigadir Yosua Hutabarat 

Kesaksian siapa yang benar, Richard Eliezer atau Ferdy Sambo? Apakah motif pembunuh Brigadir Yosua Hutabarat memang karena diawali adanya kekerasan seksual di Magelang? Dua pertanyaan ini masih terus ramal dibicarakan masyarakat, sebab fakta-fakta seputar itu hingga kini belum terungkap di persidangan kasus pembunuhan tersebut.

Namun lebih banyak yang meyakini kesaksian Richard lebih masuk akal daripada keterangan Ferdy Sambo. Tak banyak yang percaya Brigadir Yosua melakukan tindakan kekerasan seksual kepada Putri Candrawathi.

Sejumlah pakar pun dengan lantang mengungkapkan demikian. Mereka wara wiri menyampaikan pandangan tiap hari di stasiun televisi.

Sementara bila menilik pada tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum, kasus ini merupakan pembunuhan berencana. Lima terdakwa pada perkara ini dituntut harus bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Terdakwa yang mendapat tuntutan tertinggi adalah bekas Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, disusul Richard Eliezer, Putri, Kuat Maruf, dan Ricky Rizal dituntut paling rendah.

Tiga dari lima terdakwa ini sudah menyampaikan nota pembelaan. Pada intinya menolak disebut sebagai pelaku pembunuhan berencana.

Ricky Rizal, saat membacakan sendiri nota pembelaan, bahkan menyebut tak pernah menyangka akan terjadinya pembunuhan di Duren Tiga Nomor 46.

Sementara Ferdy Sambo membuat pembelaan dalam tulisan yang diberi judul 'Setitik Harapan dalam Ruang Sesak Pengadilan" yang awalnya mau dia beri judul "Pembelaan yang Sia-sia”.

Dia mengatakan, sering dalam keputusasaan dan frustasi karena besarnya hinaan, caci-maki, olok-olok serta tekanan luar biasa dari semua pihak, pada dirinya dan keluarga.

Dia merasa tidak memiliki ruang untuk menyatakan pembelaan.

Bahkan, katanya, vonis sudah dijatuhkan sebelum ada putusan dari hakim. Selama 2 tahun menjadi aparat penegak hukum, baru kali ini dia merasakan tekanan terhadap seorang terdakwa seperti yang dia alami saat ini.

Baca juga: Ferdy Sambo Sebut Istrinya Menanggung 2 Penderitaan pada Kasus Tewasnya Brigadir Yosua

Saat pembelaan Ferdy Sambo yang disampaikan kuasa hukum, semua kesalahan dialamatkan kepada Richard Eliezer.

Adanya perencanaan dibantah, perintah menembak dibantah. Richard dianggap yang salah menerjemahkan perintah, sehingga diminta menghajar tadi malah dia menembak. Lalu, siapa yang sebenarnya benar?

Semua akan diputuskan majelis hakim dalam waktu dekat. Namun pertanyaannya kemudian, apakah semua pihak sudah siap dengan keputusan hakim nantinya. Apa lagi ada isu yang menyebut gerakan bawah tanah untuk menyelamatkan Ferdy Sambo.

Bukan orang sembarangan, rumor itu disampaikan menteri.

Mari kita sama-sama menyimak. Semua boleh punya pandangan sendiri, memiliki asumsinya, dan timbangan keadilan. Namun tidak semua bisa menjatuhkan vonis untuk terdakwa. Itu hanya milik majelis hakim, yang dipanggil Yang Mulia di persidangan.

Setelah sidang pleidoi ini, akan dilanjutkan dengan pembacaan replik oleh penuntut umum, yang berisi tanggapan atas pledoi. Selanjutnya ialah pembacaan duplik oleh terdakwa atau penasihat hukum, yang merupakan tanggapan atas replik, setelah itu tahap akhir sidang ini adalah pembacaan putusan oleh majelis hakim.

Baca juga: Putri Candrawati Ungkap Orang Tuanya, Dilahirkan Rahim Ibu Seorang Pendidik dan Ayah Jenderal TNI

Apakah putusan hakim akan bisa memuaskan semua pihak? Pasti tidak. Hakim bukan untuk memuaskan, tapi untuk memutuskan sesuai dengan keyakinan mereka, berdasarkan fakta-fakta persidangan. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved