Pembunuhan Brigadir Yosua
Ferdy Sambo Sebut Istrinya Menanggung 2 Penderitaan pada Kasus Tewasnya Brigadir Yosua
Dalam nota pembelaan atau pledoi, Ferdy sambo menyebut istrinya, Putri Candrawati dua kali menanggung penderitaan pada kasus tewas Brigadir Yosua
TRIBUNJAMBI.COM - Dalam nota pembelaan atau pledoi, Ferdy sambo menyebut istrinya, Putri Candrawati dua kali menanggung penderitaan pada kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Dijelaskan Ferdy Sambo, istrinya menderita karena jadi korban pelecehan seksual Brigadir Yosua dan saat ini duduk sebagai terdakwa kasus pembunuhan berencana.
"Terhadap istri saya yang terkasih, Putri Candrawati, yang untuk kedua kalinya harus menderita karena tanpa dasar dan bukti-bukti kesalahannya telah dijadikan terdakwa dalam persidangan ini setelah sebelumnya menjadi korban perkosaan yang merampas kehormatan dan martabatnya sebagai seorang perempuan, istri dan ibu dari anak-anak kami," kata Ferdy Sambo, Selada (24/1/2023).
Sambo mengatakan, dirinya tak bisa membayangkan betapa hancur dan sakitnya perasaan sang istri.
Oleh karenanya, Ferdy Sambo menyampaikan permohonan maaf ke istri sekaligus keempat anaknya.
Dia mengaku lalai menjalankan tugas sebagai seorang suami dan ayah karena kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua yang menjeratnya.
"Saya juga menyampaikan sujud dan permohonan maaf kepada istri saya yang terkasih, Putri Candrawati, dan anak-anak kami," kata Ferdy Sambo dengan suara bergetar seolah menahan tangis.
"Saya telah lalai menjalankan tugas sebagai seorang suami, sebagai seorang ayah yang baik. Semoga Tuhan mengampuni saya dan kiranya Ia selalu memberikan keteguhan dan kekuatan kepada kalian," tuturnya.
Sambo mengaku dirinya bersalah dan menyesali peristiwa ini. Ferdy Sambo juga menyesalkan perkara ini karena turut menyeret orang-orang yang tidak bersalah.
Baca juga: Pledoi Putri Candrawati Surat dari Balik Jeruji, Ditulis Perempuan yang Disakiti dan Difitnah
Baca juga: Kata Teman Angkatan Soal Tuntutan Bharada E: Kejujuran Diatas Segalanya, Masa Nggak Dihargai?
"Penyesalan yang teramat dalam juga terhadap Kuat Maruf, dan Ricky Rizal sebagai orang-orang yang baik yang telah didudukan sebagai terdakwa tanpa tahu apa kesalahannya, juga terhadap Richard Elizer yang harus menghadapi situasi ini," ujar Ferdy Sambo.
Sambo mengaku, saat itu amarah dan emosi telah menutup logika berpikirnya. Ia lupa seorang petinggi Korps Bhayangkara tak pantas melakukan perbuatan tercela.
Namun demikian, Ferdy Sambo mengatakan, selama 28 tahun berkarier, dirinya selalu mendedikasikan diri untuk Polri.
Selama hampir tiga dasawarsa, Ferdy Sambo mengeklaim tak pernah melakukan pelanggaran di kepolisian.
"Saya tidak pernah melakukan pelanggaran pidana, pelanggaran disiplin maupun kode etik, bahkan telah menerima Bintang Bhayangkara Pratama dari Bapak Presiden yang membuktikan dharma bakti saya bagi anggota Polri yang tanpa cacat dan cela selama berdinas," ucap Ferdy Sambo.
Sambo pun berharap nota pembelaannya ini akan dipertimbangkan Majelis Hakim untuk memutus perkara ini secara adil.
KDRT Venna Melinda dan Ferry Irawan Settingan? Natasha Wilona: Bukan Hal yang Membanggakan |
![]() |
---|
Pledoi Putri Candrawati 'Surat dari Balik Jeruji', Ditulis Perempuan yang Disakiti dan Difitnah |
![]() |
---|
Pengumuman Kartu Prakerja, Jadwal Pembukaan dan Cara Daftar di Prakerja.go.id |
![]() |
---|
Kepergok Bobol Kotak Amal Masjid, Remaja di Jambi Babak Belur Dihajar Warga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.