Kontrak Proyek Jalan Desa Bungku-Pompa Air Rp32 Miliar Diputus, Dinas PUPR Ungkap Alasan Rekanan

Dinas PUPR Kabupaten Batanghari putus kontrak proyek pembangunan Jalan Desa Pompa Air-Desa Bungku yang dikerjakan oleh PT Gentala Jambi Jaya.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Dedi Susandi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Dinas PUPR Kabupaten Batanghari putus kontrak proyek pembangunan Jalan Desa Pompa Air-Desa Bungku yang dikerjakan oleh PT Gentala Jambi Jaya.

Anggaran Rp32 miliar untuk pengerjaan jalan itu bersumber dari Pinjaman Daerah Pemkab Batanghari.

Seyogyanya panjang penanganan jalan 7.62 kilometer direncanakan rampung pada 15 Desember 2022 dengan masa waktu kontrak 101 hari kerja.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kabupaten Batanghari dengan satu diantarnya Dinas PUPR pada Senin (9/1/2023) kemarin menjadi fokus pembahasan atas progres realisasi di lapangan yang hanya 1.3 persen.

Dalam kesempatan ini, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Batanghari, Dedi Susandi menyampaikan dari 11 kegiatan yang bersumber dari dana pinjaman daerah yang sudah dilakukan pemutusan kontrak ada satu yaitu penanganan Jalan Desa Pompa Air-Desa Bungku yang dikerjakan oleh PT Gentala Jambi Jaya.

“Di dalam kegiatan ini sesuai dengan Perlem bahwasanya kita sudah lakukan Show Cause Meeting (SCM). Kalau progres tidak naik sesuai schedule kita lakukan SP, setelah SP juga tidak ada perubahan maka selanjutnya SCM kembali,” katanya.

Baca juga: Jabatan Kepala Dinas PUPR dan Kesehatan Kabupaten Batanghari Kosong

Dedi menyebut disaat SCM pertama pihaknya melakukan pemanggilan pihak rekanan dan konsultan karena sesuai schedule di atas minus 10 persen.

Di dalam SCM ini pihaknya memberikan waktu 30 hari dengan merubah time schedule. 

Selama 30 hari ini juga tidak tercapai sesuai schedule, maka pihaknya lakukan SCM kedua. 

Untuk SCM kedua diberi waktu 15 hari kalender. 

“Kita sudah berusaha untuk mempercepat pekerjaan dengan sisa waktu yang ada. Saat ini sudah kita putuskan kontrak, jadi sesuai tahapan ini sudah kami lakukan,” ujarnya.

Baca juga: Ada Perampingan OPD di Pemkab Batanghari, Enam Kepala Dinas Ikuti Uji Kompetensi

Dedi mengungkapkan realisasi 1.3 persen itu sebenarnya pihak rekanan sudah mengerjakan pembentukan badan jalan dan pengerasan jalan kurang lebih 500 meter.

“Ada bebrapa kendala yang kami pertanyakan kepada rekanan. Pertama persoalan modal, karena di dalam kegiatan ini tidak ada uang muka. Kedua, kelangkaan material, dan cuaca,”

"Kami juga berusaha untuk mempercepat progres kegiatan, tapi alasan pihak rekanan seperti itu,” katanya.

Namun demikian, ia menyampaikan 10 kegiatan yang juga bersumber dari dana pinjaman daerah sudah berangsur-angsur meningkat untuk progresnya, apalagi dengan perpanjangan waktu 50 hari kalender.

“Sudah ada tiga lokasi yang mendekati 100 persen. Seperti Simpang Kantor Camat Bajubang-Simpang Jambi 91 persen, Jalan Desa Pematang Gadung, 95.20 persen dan Pulau Raman-Kaos, 85 persen.”

“Kemudian, jalan Desa Kilangan-Pompa Air 9.23 persen, Jalan Ness Sungai Buluh-Mekar Sari 45 persen, Bukit Paku-Desa Terusan 65 persen, Ladang Peris-Desa Sungkai 52 persen, Desa Selat-Lubuk Ruso 50 persen, Kubu Kandang-Lubuk Ruso 61.33 persen dba Sungai Ruan-Rantau Gedang 26 persen,” pungkasnya.

Ikuti berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Lainnya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved