Liputan Khusus
Penambahan Kendaraan di Provinsi Jambi Capai 9.000 Unit per Bulan
Subdit Gakkum Satlantas Polresta Jambi Kompol Karman mengatakan pelebaran jalan di Kota Jambi memang sudah sangat layak dilakukan.
Penulis: anas al hakim | Editor: Deddy Rachmawan
Tujuh ruas jalan tersebut yaitu, Jalan Abdurahman Saleh, Jalan Lingkar Barat, Jalan Adam Malik, Jalan Sentot Ali Basa, Jalan Ir Juanda, Jalan Orang Kayo Hitam dan Jalan Orang Kayo Pingai.
VC Ratio adalah piranti yang digunakan untuk mengetahui klasifikasi tingkat pelayanan jalan.
Ada lima rentang nilai yang menggambarkan bagaimana lalulintas di jalan tersebut. Jika nila VCR lebih besar dari 1, itu berarti di ruas jalan tersebut kendaraan berjalan sangat lamban, cenderung macet, banyak kendaraan akan berjalan pada bahu jalan.
Adapun tingkat A, B dan C merupakan ruas jalan yang memiliki poin VC Ratio rendah. Berkisar antara 0,18 hingga 0,70. Ruas jalan di Kota Jambi dengan tingkat A berada di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Kibajuri.
“Kalau di B dan C itu masih wajar, ini hitungan tahun ini. Dan mungkin saja di tahun depan berubah," ujarnya.
Merizon mencontohkan, Jalan Ir Juanda di bilangan Mayang memiliki nilai VC Ratio tertinggi yang mendekati angka satu yakni 0,99.
Kawasan Mayang memang kini menjadi kawasan yang padat. Permukiman terus bertumbuh di sana.
Merizon mengatakan, untuk mengurai kepadatan arus lalulintas ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Seperti menajemen arus lalulintas satu arah atau seperti yang dilakukan di Jakarta dengan sistem ganjil genap.
"Seperti tujuh ruas jalan tadi, perlu ada upaya lain karena kapasitasnya sudah penuh. Bisa jadi kita lakukan manajemen satu arah tapi bisa juga perluasan jalan. Tapi kalau perluas kita juga lihat status jalannya," kata Merizon.