Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Liputan Khusus

Penambahan Kendaraan di Provinsi Jambi Capai 9.000 Unit per Bulan

Subdit Gakkum Satlantas Polresta Jambi Kompol Karman mengatakan pelebaran jalan  di Kota Jambi memang sudah sangat layak dilakukan.

Tayang:
Penulis: anas al hakim | Editor: Deddy Rachmawan

TRIBUNJAMBI.COM  - Subdit Gakkum Satlantas Polresta Jambi Kompol Karman mengatakan pelebaran jalan  di Kota Jambi memang sudah sangat layak dilakukan. Mengingat jumlah orang dan kendaraan yang terus bertambah.

Sementara, pembukaan ruas jalan baru di dalam kota bisa dikatakan tidak ada.

"Selebihnya memang jalan-jalan yang dulu, kemudian pelebaran jalan hanya dilakukan di dalam kota saja. Jadi sangat tidak signifikan antara volume kendaraan yang beredar di Jambi khususnya di Kota Jambi dengan ruas jalan, tidak seimbang," ujarnya Jumat (9/12).

Kompol Karman bilang, titik-titik macet di Kota Jambi umumnya terjadi pada jam-jam pergi-pulang sekolah ataupun saat pegawai-pegawai yang akan pergi dan pulang kerja.

Ia mencontohkan Jalan Sumantri Brojonegoro sampai ke Simpang Aurduri 1.  Termasuk di Jalan Kolonel Amir Hamzah di Sungai Kambang.

"Kalau untuk Sungai Kambang, solusinya kalau masayarakat mau tertib yah seperti dulu dibuat satu jalur dari jam 06.00-18.00. Maka akan lancar sesuai dengan yang diusulkan oleh dinas perhubungan," lanjutnya.

Dari data Satlantas Polresta Jambi pada 2020 volume kendaraan di Provinsi Jambi lebih kurang dua juta unit.

Memang jumlah tersebut termasuk kendaraan rusak serta mobil tahun lama yang sudah tidak beroperasi lagi dan kendaraan yang hilang.

Baca juga: Satreskrim Polresta Jambi Tangkap Geng Motor yang Bacok Anggota Pencak Silat

Ia yang menangani data-data kendaraan paham benar mengenai jumlah tersebut.

"Kebetulan saya Kasi BPKB jadi paham yakni setiap bulannya ada penambahan 9.000 sampai 12.000 unit kendaraan baik roda dua ataupun roda empat di Provinsi Jambi," ungkapnya. 

Melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, di tahun 2020 setidaknya ada 779.749 unit kendaraan di Kota Jambi. Jumlah itu meliputi sepeda motor, mobil, bus dan juga truk.

Setidaknya tujuh ruas jalan dalam Kota Jambi sudah harus ditingkatkan.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Jambi, Merizon. Bukan tanpa alasan, sebab dari hasil survei yang dilakukan pada tahun 2022 ini menunjukkan nilai VC Ratio tujuh ruas jalan tersebut sudah di tingkat E.

Merizon menjelaskan, VC Ratio ini adalah perhitungan antara volume kendaraan dan kapasitas ruas jalan.

"Kemampuan dia menampung kendaraan itulah namanya VC Ratio kalau sudah sampai angka satu itu artinya sudah 100 persen. Jadi ini sudah mendekati angka satu, sudah hampir full. Bisa jadi kalau tidak ada hambatan lain bisa macet," bebernya kepada Tribun, pekan lalu.

Baca juga: Musharudin Dukung Langkah Gubernur Jambi Lakukan Pelebaran Jalan Sarolangun-Jambi

Tujuh ruas jalan tersebut yaitu, Jalan Abdurahman Saleh, Jalan Lingkar Barat, Jalan Adam Malik, Jalan Sentot Ali Basa, Jalan Ir Juanda, Jalan Orang Kayo Hitam dan Jalan Orang Kayo Pingai.

VC Ratio adalah piranti yang digunakan untuk mengetahui klasifikasi tingkat pelayanan jalan.

Ada lima rentang nilai yang menggambarkan bagaimana lalulintas di jalan tersebut. Jika nila VCR lebih besar dari 1,  itu berarti di ruas jalan tersebut kendaraan berjalan sangat lamban, cenderung macet, banyak kendaraan akan berjalan pada bahu jalan.

Kompol Karman
Kompol Karman personel Subdit Gakkum Satlantas Polresta Jambi

Adapun tingkat A, B dan C merupakan ruas jalan yang memiliki poin VC Ratio rendah. Berkisar antara 0,18 hingga 0,70. Ruas jalan di Kota Jambi dengan tingkat A berada di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Kibajuri.

“Kalau di B dan C itu masih wajar, ini hitungan tahun ini. Dan mungkin saja di tahun depan berubah," ujarnya.

Merizon mencontohkan, Jalan Ir Juanda di bilangan Mayang memiliki nilai VC Ratio tertinggi yang mendekati angka satu yakni 0,99.

Kawasan Mayang memang kini menjadi kawasan yang padat. Permukiman terus bertumbuh di sana.

Merizon mengatakan, untuk mengurai kepadatan arus lalulintas ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Seperti menajemen arus lalulintas satu arah atau seperti yang dilakukan di Jakarta dengan sistem ganjil genap.

"Seperti tujuh ruas jalan tadi, perlu ada upaya lain karena kapasitasnya sudah penuh. Bisa jadi kita lakukan manajemen satu arah tapi bisa juga perluasan jalan. Tapi kalau perluas kita juga lihat status jalannya," kata Merizon.

 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved