Liputan Khusus
Tujuh Ruas Jalan di Kota Jambi Perlu Pelebaran, Ini Alasan dan Lokasinya
Setidaknya tujuh ruas jalan dalam Kota Jambi sudah harus ditingkatkan. Survei yang dilakukan pada 2022 menunjukkan nilai VC Ratio
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM - Pelebaran sejumlah jalan di Kota Jambi dinilai sudah perlu dilakukan. Kini, pada waktu-waktu tertentu arus lalulintas di beberapa ruas jalan kerap tersendat alias macet. Banyaknya volume kendaraan tak sebanding dengan kapasitas jalan.
Melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, di tahun 2020 setidaknya ada 779.749 unit kendaraan di Kota Jambi. Jumlah itu meliputi sepeda motor, mobil, bus dan juga truk.
Setidaknya tujuh ruas jalan dalam Kota Jambi sudah harus ditingkatkan. Demikian disampaikan Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Jambi, Merizon.
Bukan tanpa alasan, sebab dari hasil survei yang dilakukan pada tahun 2022 ini menunjukkan nilai VC Ratio tujuh ruas jalan tersebut sudah di tingkat E.
Merizon menjelaskan, VC Ratio ini adalah perhitungan antara volume kendaraan dan kapasitas ruas jalan.
"Kemampuan dia menampung kendaraan itulah namanya VC Ratio kalau sudah sampai angka satu itu artinya sudah 100 persen. Jadi ini sudah mendekati angka satu, sudah hampir full. Bisa jadi kalau tidak ada hambatan lain bisa macet," bebernya kepada Tribun, pekan lalu.
Tujuh ruas jalan tersebut yaitu, Jalan Abdurahman Saleh, Jalan Lingkar Barat, Jalan Adam Malik, Jalan Sentot Ali Basa, Jalan Ir Juanda, Jalan Orang Kayo Hitam dan Jalan Orang Kayo Pingai.
VC Ratio adalah piranti yang digunakan untuk mengetahui klasifikasi tingkat pelayanan jalan. Ada lima rentang nilai yang menggambarkan bagaimana lalulintas di jalan tersebut. Jika nila VCR lebih besar dari 1, itu berarti di ruas jalan tersebut kendaraan berjalan sangat lamban, cenderung macet, banyak kendaraan akan berjalan pada bahu jalan.
Adapun tingkat A, B dan C merupakan ruas jalan yang memiliki poin VC Ratio rendah. Berkisar antara 0,18 hingga 0,70.
Baca juga: Saleh Ridha Pernah Jabat Sekretaris Lurah, Kini Jadi Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi
Ruas jalan di Kota Jambi dengan tingkat A berada di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Kibajuri. “Kalau di B dan C itu masih wajar, ini hitungan tahun ini. Dan mungkin saja di tahun depan berubah," ujarnya.
Merizon mencontohkan, Jalan Ir Juanda di bilangan Mayang memiliki nilai VC Ratio tertinggi yang mendekati angka satu yakni 0,99.
Kawasan Mayang memang kini menjadi kawasan yang padat. Permukiman terus bertumbuh di sana.
Merizon mengatakan, untuk mengurai kepadatan arus lalulintas ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Seperti menajemen arus lalulintas satu arah atau seperti yang dilakukan di Jakarta dengan sistem ganjil genap.
"Seperti tujuh ruas jalan tadi, perlu ada upaya lain karena kapasitasnya sudah penuh. Bisa jadi kita lakukan manajemen satu arah tapi bisa juga perluasan jalan. Tapi kalau perluas kita juga lihat status jalannya," kata Merizon.
Baca juga: Gubernur Safari Ramadan ke Tanjabbar Janjikan Pelebaran Jalan Sepanjang 9 Km
Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho juga mengatakan untuk upaya perluasan jalan pihaknya pernah mengusulkan dalam Forum Lalulintas. Menurutnya, perluasan jalan memerlukan anggaran yang cukup besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Berita-Tribun-Jambi-tentang-pelebaran-jalan.jpg)