Berita Jambi

Kasus DBD di Provinsi Jambi Meningkat, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat 1.059 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari Januari hingga Oktober 2022. Dari kasus tersebut ada sebanyak 8 o

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/WIRA DANI DAMANIK
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dr Fery Kusnadi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat 1.059 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari Januari hingga Oktober 2022. Dari kasus tersebut ada sebanyak 8 orang meninggal Dunia.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Fery Kusnadi saat diwawancarai.

"Yang kasus DBD meninggal ada di Kota Jambi sebanyak 5 kasus, dan Batanghari, Merangin, Tebo masing masing 1 kasus," katanya, Senin (5/12).

Fery mengakui dalam dua bulan terakhir ini, ada peningkatan kasus DBD di Jambi, hal ini diisebabkan karena musim pancaroba atau perubahan Iklim.

"Memang akhir ditahun ini ada peningkatan kasus DBD, ada hampir dikabupaten kota mengalami penigkatan kasus DBD," ujarnya.

Dalam mengantisipasi terserang penyakit ini, Fery menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, dan pihaknya juga telah memberikan obat Abate dan telah melakukan fogging.

"Kita sudah melaksanakan itu Semuanya. Kita juga sudah memberikan surat kepada Kabupaten Kota untuk waspada terkait penyakit DBD ini," katanya.

Ferry kemudian membeberkan ribuan kasus DBD itu yang tersebar di Kabupaten Kota dalam Provinsi Jambi.

Diungkapkannya di Kota Jambi dari awal Januari hingga Oktober sebanyak 272 kasus di mana 5 kasus diantaranya meninggal dunia, kabupaten Batanghari sebanyak 177 kasus di mana 1 kasus diantaranya meninggal dunia.

Kemudian yang lainnya, Kabupaten Muaro Jambi sebanyak 84 kasus, Kabupaten Sarolangun sebanyak 87 kasus, Kabupaten Merangin sebanyak 85 kasus di mana 1 diantaranya meninggal dunia, Kabupaten Tanjab Timur sebanyak 35 kasus, Kabupaten Tanjab Barat sebanyak 83 Kasus.

Selanjutnya, Kabupaten Tebo sebanyak 134 kasus, 1 kasus diantaranya meninggal dunia, Kabupaten Bungo sebanyak 40 kasus, Kabupaten Kerinci sebanyak 20 kasus, dan terakhir Kota Sungai Penuh sebanyak 42 kasus.

Sementara itu, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi saat ini tengah merawat sebanyak 7 orang pasien penderita DBD.

"Pasien DBD, Interne 2 orang, Makalam 1 orang, Anak 4 orang. Total yang dirawat sebanyak 7 orang pasien," kata Wadir Pelayanan RSUD Raden Mattaher Dr. Anton Trihartanto.

Ditambahkannya bahwa di RSUD Raden Mattaher pada September lalu sebanyak 8 orang pasien DBD yang dirawat, kemudian Oktober sebanyak 27 orang pasien, November sebanyak 19 orang pasien.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: UMKM dan Ojek di Sungai Penuh Dapat Bantuan

Baca juga: Dirlantas Polda Jambi Minta Dishub Serius Awasi Truk Langgar Tonase di Jembatan Timbang

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved