Editorial
Janji Kejujuran Bharada E
Kesedihan Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak, orangtua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua, tak terbendung di persidangan.
Kesedihan Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak, orangtua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua, tak terbendung di persidangan. Selasa (25/10), digelar sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan keluarga Brigadir Yosua dihadirkan.
Sidang beragenda mendengarkan keterangan saksi itu dipimpin ketua majelis hakim, Wahyu Iman Sentosa. Perjuangan keluarga Brigadir Yosua mencari keadilan sangat panjang dan terjal.
Banyak sekali polisi terlibat, mulai pangkat rendah sampai jenderal.
Meski perjuangannya sangat berat, mereka terus bersuara dan mencari keadilan. Tim redaksi Tribunjambi.com masih ingat betul kali pertama keluarga Brigadir Yosua meneriakkan tuntutan keadilan itu. Pada Senin, 11 Juli 2022 pukul 14.46 WIB, Tribunjambi.com mengunggah berita harapan keadilan dari keluarga Brigadir Yosua.
Kala itu Tribunjambi.com mengangkat berita berjudul "Keluarga Anggota Brimob yang Tewas di Rumdin Pejabat Polri dengan Luka Tembak Berharap Keadilan".
Tuntutan keadilan itu disuarakan oleh bibi Brigadir Yosua, Rohani Simanjuntak.
Suara lantang menuntut keadilan disuarakan sebelum Polri menggelar jumpa pers skenario tembak-menembak ala Ferdy Sambo yang akhirnya diketahui merupakan rekayasa.
Baca juga: 12 Saksi Kembali Dihadirkan pada Sidang Bharada Eliezer Siang Ini
Tidak ada tembak-menembak, tetapi Brigadir Yosua tewas ditembak. Nyawa Brigadir Yosua dirampas lewat tembakan mematikan oleh Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.
Eksekusi mati Brigadir Yosua itu atas perintah Ferdy Sambo. Bahkan, Ferdy Sambo disebut-sebut juga turut menembak Brigadir Yosua. Kasus pembunuhan Brigadir Yosua sekarang sedang berproses di pengadilan.
Di persidangan, keluarga Brigadir Yosua menangis. Pembunuhan Brigadir Yosua dan tuduhan pelecehan seksual membuat mereka sangat sedih. Pembunuhan dan skenario pelecehan seksual itu sangat menyayat hati keluarga besar Brigadir Yosua.
Mereka tidak terima dan meminta agar nama baik Brigadir Yosua dipulihkan.
Baca juga: Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Eksepsi Putri Candrawati Ditolak
Di persidangan kemarin juga terlihat Bharada E bersimpuh di hadapan ayah dan ibu Brigadir Yosua. Ia meminta maaf langsung kepada Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.
Orangtua Brigadir J merespons positif. Mereka memaafkan. Sekaligus meminta Bharada E jujur di persidangan. Bharada E pun berjanji akan jujur di persidangan dan akan membela mendiang Brigadir Yosua.
Karena, pada dasarnya Bharada E juga tidak percaya kalau Brigadir Yosua melakukan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.
Terlepas dari motif pelecehan seksual. Pembunuhan Brigadir Yosua adalah kejahatan keji. Semua yang terlibat di dalam kasus ini harus dihukum berat.