Wisata jambi
Wisata Jambi, Nikmati Alam Bebas dengan Jalan-jalan ke Tahura, Kini Ada Glamping Penunjang Ekowisata
Ada objek wisata alam nan eksotis bernama Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi.
Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
Pembangunan ini, sesuai intruksi dari Bupati Batanghari bahwa Pemerintah Daerah memanfaatkan wilayah Tahura dengan semaksimal mungkin.

Kenapa pihak ketiga atau perusahaan yang mendanai, hal ini disebabkan TAC PEP PBMSJ telah melakukan MoU bersama Dinas Lingkungan Hidup yang dalam hal ini mengelola kawasan Tahura.
"Mereka berkegiatan pengeboran di dalam Tahura, jadi ada kewajiban mereka untuk membiayai untuk pelaksanaan Tahura ini,” ujarnya.
Di dalam perencanaannya satu hotel kemah-kemah dianggarkan sebesar Rp140 juta dilengkapi dengan toilet, kamar mandi, tempar tidur, ruang tamu dengan fasilitas lengkap.
“Dana sisanya digunakan untuk memperbaiki akses jalan menuju ke dalam sepanjang 300 meter, ada juga lokasi parkir dan penunjang lainnya,” katanya.
Pengembangan objek wisata di Kawasan Tahura Senami itu berada di Pasir Putih atau dikilometer 13.
Sampai saat ini proses pengerjaan hotel kemah-kemah diperkirakan sudah mencapai 20 persen.
Yang sedang dilakukan pengerajaan adalah perbaikan akses jalan dan tapak untuk membangun lima Glamping atau hotel kemah-kemah.

“Semuanya dirancang di blok pemanfaatan di dalam kawasan Tahura. Blok pemanfaatan ini banyak potensi keindahan diantaranya ada pasir putih, sungai kecil yang selalu airnya mengalir,” ujarnya
Kawasan Tahura sudah terbagi dalam beberapa blok, ada blok pemanfaatan, penelitian, tradisional dan ada blok-blok lainnya.
Pemerintah daerah akan membuat lokasi ekowisata menjadi objek wisata masyarakat Batanghari dan pada umumnya Provinsi Jambi.
Ia menjelaskan pembangunan tahun ini merupakan tahap pertama. Pembangunan selanjutnya kata dia akan mencari investor, dan pihaknya mengusahakan tidak akan menganggu APBD.
Blok pemanfaatan ini memiliki luas 824 hektare dari luasan Tahura keseluruhnya yakni 15.830 hektare. Di luar dari blok pemanfaatan, ada blok tradisional. Blok tradisional ini akan dibuat pola untuk masyarakat, sehingga warga setempat bisa diperdayakan.
“Akan kita cari solusinya. Sebagian dari blok pemanfaatan ini akan dijadikan tempat ekowisata, pendidikan dan perkemahan. Semuanya akan kita padukan,” pungkasnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Wisata Jambi Akhir Pekan ke Tahura Batanghari, Dapatkan Udara segar dan Suasana Alam
Baca juga: Pembangunan Glamping di Tahura, Pemkab Batanghari Dapat Kucuran Dana Rp1,2 Miliar dari Investor
Baca juga: Rp 1 Miliar untuk Desain Penghijauan di Tahura, Fadhil Arief Selamatkan Permukiman Dari SAD