Wisata jambi

Wisata Jambi, Nikmati Alam Bebas dengan Jalan-jalan ke Tahura, Kini Ada Glamping Penunjang Ekowisata

Ada objek wisata alam nan eksotis bernama Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi.

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
tribunjambi/musawira
Menuju kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Banyak cara menghilangkan penat di akhir pekan satu diantaranya adalah dengan refreshing ke alam bebas. 

Nah, bagi tribunners yang ingin berakhir pekan maka berwisatalah ke Batanghari, Jambi.

Ada objek wisata alam nan eksotis bernama Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi.

Berada di dalam tiga kecamatan di Kabupaten Batanghari yaitu Muara Bulian, Bajubang dan Batin XXIV dengan luasan 15.330 hektare.

Kawasan Tahura terletak sekitar 17 km dari pusat Kota Muara Bulian

Di sini, tribunners bisa mendapatkan udara segar dan suasana alam yang jauh dari hiruk pikuk kota. 

Apalagi di zona pelindung masih ditemukan tumbuhan endemik yaitu kayu bulian.

Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi.
Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi. (tangkapan layar tribunjambitravel)

Untuk transportasi ke Hutan Senami sebutan Tahura sebelum ditetapkan pemerintah anda dapat menggunakan kendaraan roda dua dan empat.

Dari pusat Kota Muara Bulian Tribunners memerlukan waktu 60 menit menuju ke gapura utama Tahura.

Saat ini belum ada kendaraan umum untuk menuju ke lokasi kawasan Tahura.

Setibanya di lokasi tribunners akan menemukan kantor Sekretarit Dinas Kehutanan Kabupaten Batanghari kala itu, untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Pembangunan Glamping atau Hotel Kemah-kemah

Pemerintah saat ini sedang mengerjakan pembangunan glamour camping (glamping) di Tahura Sultan Thaha Syaifuddin Jambi untuk penunjang ekowisata.

Pembangunan hotel kemah-kemah itu menggunakan dana dari TAC PEP PBMSJ dengan total anggaran sebesar Rp1.2 miliar. 

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari, Zamzami mengatakan setidaknya ada lima glamping yang dibangun di dalam blok pemanfaatan Tahura.

Pembangunan ini, sesuai intruksi dari Bupati Batanghari bahwa Pemerintah Daerah memanfaatkan wilayah Tahura dengan semaksimal mungkin.

Landscape pembangunan di Tahuran Batanghari. Saat ini ada pembangunan glamour camping (glamping) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi.
Landscape pembangunan di Tahuran Batanghari. Saat ini ada pembangunan glamour camping (glamping) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi. (istimewa)

Kenapa pihak ketiga atau perusahaan yang mendanai, hal ini disebabkan TAC PEP PBMSJ telah melakukan MoU bersama Dinas Lingkungan Hidup yang dalam hal ini mengelola kawasan Tahura.

"Mereka berkegiatan pengeboran di dalam Tahura, jadi ada kewajiban mereka untuk membiayai untuk pelaksanaan Tahura ini,” ujarnya.

Di dalam perencanaannya satu hotel kemah-kemah dianggarkan sebesar Rp140 juta dilengkapi dengan toilet, kamar mandi, tempar tidur, ruang tamu dengan fasilitas lengkap.

“Dana sisanya digunakan untuk memperbaiki akses jalan menuju ke dalam sepanjang 300 meter, ada juga lokasi parkir dan penunjang lainnya,” katanya.

Pengembangan objek wisata di Kawasan Tahura Senami itu berada di Pasir Putih atau dikilometer 13.

Sampai saat ini proses pengerjaan hotel kemah-kemah diperkirakan sudah mencapai 20 persen.

Yang sedang dilakukan pengerajaan adalah perbaikan akses jalan dan tapak untuk membangun lima Glamping atau hotel kemah-kemah.

Pembangunan glamour camping di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh pemerintah daerah.
Pembangunan glamour camping di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh pemerintah daerah. (istimewa)

“Semuanya dirancang di blok pemanfaatan di dalam kawasan Tahura.  Blok pemanfaatan ini banyak potensi keindahan diantaranya ada pasir putih, sungai kecil yang selalu airnya mengalir,” ujarnya

Kawasan Tahura sudah terbagi dalam beberapa blok, ada blok pemanfaatan, penelitian, tradisional dan ada blok-blok lainnya.

Pemerintah daerah akan membuat lokasi ekowisata menjadi objek wisata masyarakat Batanghari dan pada umumnya Provinsi Jambi.

Ia menjelaskan pembangunan tahun ini merupakan tahap pertama. Pembangunan selanjutnya kata dia akan mencari investor, dan pihaknya mengusahakan tidak akan menganggu APBD.

Blok pemanfaatan ini memiliki luas 824 hektare dari luasan Tahura keseluruhnya yakni 15.830 hektare. Di luar dari blok pemanfaatan, ada blok tradisional. Blok tradisional ini akan dibuat pola untuk masyarakat, sehingga warga setempat bisa diperdayakan.

“Akan kita cari solusinya. Sebagian dari blok pemanfaatan ini akan dijadikan tempat ekowisata, pendidikan dan perkemahan. Semuanya akan kita padukan,” pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Wisata Jambi Akhir Pekan ke Tahura Batanghari, Dapatkan Udara segar dan Suasana Alam

Baca juga: Pembangunan Glamping di Tahura, Pemkab Batanghari Dapat Kucuran Dana Rp1,2 Miliar dari Investor

Baca juga: Rp 1 Miliar untuk Desain Penghijauan di Tahura, Fadhil Arief Selamatkan Permukiman Dari SAD

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved