Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Ajukan Perlindungan ke LPSK, Putri Candrawathi Tak mau Beri Keterangan Kekerasan Seksual

Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo pernah mengajukan perlindungan ke LPSK, namun tak mau dimintai pernyataan terkait kekerasan seksual yang dialamin

Editor: Suci Rahayu PK
Istimewa
Putri Candrawathi, istrgi Ferdy Sambo sekaligus tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. 

TRIBUNJAMBI.COM - Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo pernah mengajukan perlindungan ke LPSK, namun tak mau dimintai pernyataan terkait kekerasan seksual yang dialaminya.

Pernyataan ini dilontarkan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu dalam acara Gathering Media di Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/9/2022) dilansir Kompas.com.

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, disebut sebagai pemohon perlindungan atas kasus kekekerasan seksual yang terunik sepanjang sejarah Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebelum menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana pada Brigadir Yosua Hutabarat.
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebelum menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana pada Brigadir Yosua Hutabarat. (TRIBUNJAMBI/HO/KOLASE)

Edwin menyebut permohonan perlindungan yang diajukan Istri Putri Candrawathi sebagai permohonan paling unik sepanjang sejarah LPSK menangani permohonan kasus kekerasan seksual.

"Ibu PC adalah pemohon perlindungan yang paling unik kepada kasus kekerasan seksual yang saya tangani, dan pembuktian secara hukum," ujar Edwin,

Edwin menjelaskan, sepanjang LPSK berdiri, menurut dia, belum pernah ada pemohon yang tidak mau dimintai keterangan untuk proses perlindungan.

Menurut Edwin, hanya Putri Candrawathi, pemohon yang enggan memberikan keterangan untuk proses verifikasi kasus.

Padahal, menurut Edwin, bukan LPSK yang butuh perlindungan, melainkan Putri Candrawathi terkait dugaan kekerasan seksual yang ia alami dan menyeret mendiang Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca juga: Tak Mau Dipecat dari Polri, Ferdy Sambo Susun Strategi Baru

Baca juga: Mangkir dari Panggilan KPK, Lukas Enembe Minta Jokowi Ijinkan ke Luar Negeri

"Satu-satunya pemohon sepanjang LPSK berdiri yang tidak bisa (atau) tidak mau dia menyampaikan apapun kepada LPSK. Padahal, dia yang butuh LPSK," kata Edwin.

"Hanya ibu PC pemohon yang seperti itu selama 14 tahun LPSK berdiri," ujarnya melanjutkan.

Kata Edwin, LPSK padahal sering memberikan perlindungan kepada korban pelecehan seksual.

Sebagi informasi Putri Candrawathi sempat mengajukan perlindungan kepada LPSK pada 14 Juli 2022 atau sepekan setelah peristiwa penembakan Brigadir J (Nofriansyah Yoshua Hutabarat) terjadi.

Putri Candrawathi mengajukan perlindungan kepada LPSK berbarengan dengan Bharada E atau Richard Eliezer yang disebut menembak Brigadir J bersama Ferdy Sambo.

Namun, saat hendak diperiksa, Putri Candrawathi kerap menolak. Sejumlah alasan terkemuka, mulai dari kesehatan hingga soal psikis.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved