Mangkir dari Panggilan KPK, Lukas Enembe Minta Jokowi Ijinkan ke Luar Negeri

Artikel ini membahas Jokowi diminta ijinkan gubernur Lukas Enembe berobat ke luar negeri.

Editor: Heri Prihartono
ist
Papua Rawan Merdeka? Lukas Enembe Sebut Papua di Situasi Kolonial: Siapapun Tak Boleh Sembarangan 

TRIBUNJAMBI.COM - Demi tenangkan masyarakat Papua, Jokowi diminta ijinkan gubernur Lukas Enembe berobat ke luar negeri.

Keinginan Lukas Enembe disampaikan Stefanus Roy Rening selaku kuasa hukum.

"Dengan kondisi yang memprihatinkan, dengan kesehatannya Pak Gubernur."

"Saya atas nama tim hukum Gubernur, meminta agar Presiden Jokowi memberikan izin beliau berobat ke luar negeri, dalam rangka menyelamatkan nyawa dan jiwa Pak Gubernur."

"Kami tim hukum memandang bahwa kalau langkah-langkah ini tidak diambil oleh negara, bisa membuat suasana di tanah Papua yang tidak harmonis," kata Stefanus di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya Lukas Enembe tidak bakal datang memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin pekan depan.

"Melihat kondisi perkembangan beliau, tadi dokter pribadi juga sudah menyampaikan langsung ke Direktur Penyidikan, bahwa Bapak enggak memungkinkan untuk hadir Hari Senin, jadi kami minta agar Pak Gubernur tetap kooperatif."

"Makanya kita datang lebih awal untuk menyampaikan itu, karena perkembangan kesehatan Pak Gubernur menurut dokter sudah agak menurun."

"Meminta kebijaksaaan bapak pimpinan KPK untuk memperhatikan dari sisi pendekatan kemanusiaan, agar Pak Lukas dapat mendapat pelayanan kesehatan yang terbaik," paparnya.

Sebelumnya KPK Jadwalkan Periksa Gubernur Papua Lukas Enembe pada Senin 26 September di Jakarta

"Iya, informasi yang kami peroleh, benar surat panggilan sebagai tersangka sudah dikirimkan tim penyidik KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri lewat keterangan tertulis, Kamis (22/9/2022).

 Lukas Enembe akan dipanggil ke Jakarta untuk diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.


"Pemeriksaan diagendakan Senin 26 September 2022 di Gedung Merah Putih KPK," ujarnya.

Pemanggilan Lukas Enembe pada pekan depan merupakan pemanggilan kedua.

Pemanggilan pertama, Senin (12/9/2022), Lukas Enembe mangkir dari panggilan tim penyidik dan memilih tidak datang ke Mako Brimob Polda Papua.

"Ini merupakan surat panggilan kedua, di mana sebelumnya yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk hadir tanggal 12 September 2022 lalu, namun mengonfirmasi tidak dapat hadir," tutur Ali.

Artikel ini diolah dari Wartakotalive

Baca juga: Lukas Enembe Main Kasino untuk Hilangkan Penat di Singapura, Mendagri Bantah Lukas Jadi Tersangka

Baca juga: Transaksi Perjudian Lukas Enembe Masih Didalami, KPK Tunggu Kedatangan Gubernur Papua

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Jadi Tersangka KPK, Kuasa Hukum Protes Karena Tidak Sesuai Prosedur

 

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved