Berita Tebo

Sengketa Ruko di Pasar Sarina Rimbo Bujang Masih Berlanjut, Hari Ini Majelis Hakim Sidang di Tempat

Sengketa ruko Pasar Sarina Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi masih berjanjut bahkan hari ini dilaksakan sidang di tempat.

Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi.com/Sopianto
Sengketa ruko Pasar Sarina Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi masih berjanjut bahkan hari ini dilaksakan sidang di tempat. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Sengketa ruko Pasar Sarina Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi masih berjanjut bahkan hari ini dilaksakan sidang di tempat.

Sidang ditempat bertujuan untuk mengetahui lokasi yang mana saja dipemasalahkan.

Ketua Majelis Hakim Persidangan hadir kelokasi atas permintaan pengugat yang mana jadi persoalan yang melawan hukum.

Pengguat tersebut mendalilkan perkara ini tergugat tersebut melakukan perbuatan melawan hukum. Majelis hakim hari ini Selasa (13/9/2022) sedang memeriksa kelapangan dan diagendakan putus dalam bulan ini.

Ery Elvi Ritonga Ketua Majelis Hakim Persidangan menyampaikan, perbuatan melawan hukum nanti dilihat pada saat persidangan apakah betul melawan hukum atau tidak.

"Ada kriteria yang harus ditentukan, apakah betul perbuatan melawan hukum atau tidak," ucap Ery.

Ery menyebut untuk fakta sendiri nantinya akan dituangkan dalam putusan. Mana yang kira-kira perbuatan melawan hukum nya mana yang tidak.

"Kalau perbuatan yang melawan hukum oleh pejabat ini dulunya Pengadilan Negeri sekarang sudah berpindah ke PTUN," terang dia.

Dirinya menyebut ada 14 objek unit ruko, yang dipersoalkan di blok ruko 44 dan blok ruko 25 ini berkaitan dengan pemeritahuan dengan sewa.

Sementara itu Yalid. SH. MH., kuasa Hukum Penggugat menyampaikan, gugatan ini dilakukan oleh 13 orang dari 14 ruko yang menjadi objek sengketa. Sidang hari ini untuk memperlihatkan objek berupa ruko yang yang diklaim

"Kami memperlihatkan ruko yang menjadi objek sengketa ada 2 gugatan, pertama klaim pasar sarina ruko 44 adalah barang milik daerah, gugatan kedua dari pedagang merupakan tindakan pemerintah meminta sewa ruko ini, kalau tidak bayar akan dikosongkan," ucap Yalid.

Kata Yalid, dalam fakta persidangan, didalilkan soal surat menyurat, yang berkaitan dengan ruko Pasar Sarina. Dalam gugatan ini untuk memenuhi apa yang mejadi hak dari pedangang.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Perjalanan Brigadir Yosua di Kepolisian, Tugas di Brimob Sejak 2012 hingga Dipercaya Sebagai Sniper

Baca juga: Tiga Kandidat Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan

Baca juga: Edi Purwanto Sebut Pokir DPRD Provinsi Jambi Selama Ini Masuk Sebagai RPJMD

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved