Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Ayah Brigadir Yosua Tak Ambil Pusing Soal Isu Pelecehan di Magelang
Samuel Hutabarat Ayah Brigadir Yosua tak ambil pusing soal tudingan Komnas HAM yang menduga ada kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir Yosua kepada
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Dia menyebut, motif utamanya sebenarnya adalah melihat apakah pelaku itu gila atau tidak.
"Motif itu apakah pelaku orang sehat atau orang gila, kan gitu, sehingga dicari motifnya," jelasnya.
Kalau pelaku tidak gila, ucapnya, sebenarnya cukup untuk hakim.
"Tapi apakah (pembunuhan) emosional atau terencana itu kepolisian menyidiknya," jelasnya.
Tak Lagi Cantumkan Narasi Pelecehan
Pada rekomendasi Komnas HAM kepada Presiden terkait pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, tidak lagi tercantum narasa pelecehan di Magelang.
Sementara pada saat rekomendasi diungkap ke publik pertama kali beberapa waktu lalu, Komnas HAM membuat rekomendasi pengungkapan dugaan kasus pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, rekomendasi dugaan kekerasan seksual hanya disampaikan ke penyidik kepolisian dan bukan untuk presiden.
"Ini kan ke presiden, bukan ke penyidik," ucap Taufan yang ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Gambar, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022).
Berharap Hukuman Terberat
Ahmad Taufan Damanik berharap agar hakim yang mengadili para tersangka kasus kematian Brigadir J bisa menjatuhkan hukuman terberat.
Terlebih untuk mantan Kadiv Propam, Irjen Pol Ferdy Sambo.
"Kami berharap melalui prinsip-prinsip fair trial, majelis hakim bisa memberikan hukuman seberat-beratnya dan setimpal pada (Ferdy Sambo) apa yang dilakukan sebagai tindak pidana," kata Taufan saat konferensi pers.
Harapan yang dilontarkan Taufan bukan tanpa alasan.
Menurut dia, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemantauan Komnas HAM mendapatkan dua kesimpulan yang dilakukan Ferdy Sambo dkk.