Rekrut PPPK di Kabupaten Tebo Mengunakan Metode Observasi

Pemerintahan Kabupaten Tebo pastikan rekrut PPPK tidak menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Penulis: Sopianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Sopianto
Haryadi Kepala BKPSDM Tebo. 

TRIBUNUJAMBI.COM,MUARA TEBO- Pemerintahan Kabupaten Tebo pastikan rekrut PPPK tidak menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Perekrutan PPPK dilakukan dengan cara observasi, turun ke lapanagan dan memastikan yang bersangkutan memang benar berkerja sekian tahun dan pendikan sesuai dengan tempat bekerja.

Haryadi Kepala BKPSDM Kabupaten Tebo ketika dikonfirmasikan mengatakan kemungkinan seleksi PPPK tidak menggunakan sistem CAT.

"Untuk Kabupaten Tebo untuk CAT tidak ada, namun menggunakan observasi, hanya saja turun ke lapangan mengecek yang bersamgkutan berkerja nya sudah berapa lama, pendidikannya linier di tempat bekerja," terang Haryadi Selasa (6/9/2022).

Kata Haryadi, untuk pertimbangan turun kelapangan kalau soal biaya pada saat APBD-P ini insyaAllah sudah siap, namun turun ke lapangan dalam arti melihat yang bersangkutan memang betul bekerja sekian tahun sebagai tenaga kontrak.

"Kita menyeleksi orang benar dengan valid," ucap Haryadi.

Baca juga: Pemda Tebo Data Tenaga Kontrak untuk Persiapan PPPK

Sebelumnya direncanakan 150 orang, namun mengingat kebutuhan maka ditambah menjadi 271 formasi. 

"Memang ancang-ancang awal 150 orang, namun setelah dilakukan pemetaan dan juga jumlah guru yang akan pensiun, di sepakati Pj Bupati Tebo  271 formasi yang disampaikan" ujarnya.

Ia menegaskan, kuota yang diajukan khusus untuk tenaga pendidik (Guru), yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) diatas 3 tahun.

Saat ini, BKPSDM Tebo masih menunggu tanggal dimulainya perekrutan. Pasalnya, saat ini Kemenpan RB masih memperpanjang penerimaan kuota yang diajukan daerah. Karena masih banyak daerah yang belum memasukkan kuota.

Baca juga: Selama Status Siaga Karhutla di Tebo Terpantau 31 Hotspot

Ia mengaku, perekrutan kuota untuk Guru ini, tidak akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Melainkan observasi, dimana mereka mengajar.

Bahkan panitia tingkat Kabupaten, akan menggandeng Kepala Sekolah (Kepsek) untuk memberikan penilaian. Karena mereka yang lebih mengetahui, keseharian Guru dan cara mengajarnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved