Berita Batanghari

Hingga Agustus 2022 Ada 87 Warga Batanghari Terjangkit DBD, Dinas Kesehatan Sarankan Hal Ini

dr Elfie Yennie bilang, yang paling dominan kasus ditemukan di Kecamatan Muara Bulian, sebanyak 56 kasus DBD.

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
Tribunjambi.com/Musawira
dr Elfie Yennie Kadis Kesehatan Batanghari. Hingga Agustus 2022 Ada 87 Warga Batanghari Terjangkit DBD, Dinas Kesehatan Sarankan Hal Ini 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari mencatat tren kenaikan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Batanghari dr Elfi Yennie mengatakan, mulai Januari hingga Agustus 2022, tercatat ada 87 kasus orang terinfeksi DBD.

“Jadi kenaikan ini sudah dimulai dari Mei 2022 hingga Agustus. Di Kabupaten Batanghari saat ini sedang tren kenaikan kasus DBD. bila dibandingkan tahun kemarin ini terjadi kenaikan kasus,” katanya, Senin (5/9/2022).

dr Elfie Yennie bilang, yang paling dominan kasus ditemukan di Kecamatan Muara Bulian, sebanyak 56 kasus DBD.

“Di Desa Malapari Kecamatan Muara Bulian itu terlihat ada kenaikan kasus yang signifikan untuk bulan kemarin. Kita terus mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat bersama-sama mencegah penularan atau memutus rantai penularan DBD ini dengan cara pembersihan lingkungan,” ujarnya.

Cara yang paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk dan juga mengendalikan jentik-jentik nyamuk, dia bilang harus mengintervensi tempat-tempat perindukan nyamuk maka nyamuk ini akan musnah. Sehingga bisa memutus rantai penularan.

“Karena kita ketahui penyebab penyakit DBD ini adalah virus dengue tetapi ditularkan melalui nyamuk aegis. Jadi pola yang paling efektif adalah pemusnahan sarang nyamuk dan jentik-jentiknya,” jelasnya.

dr Elfie Yennie berharap kepada masyarakat tahu cara fogging atau penyemprotan itu tidak efektif.

Sebab, fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa dan itu sifatnya hanya sementara.

“Sementara jentik-jentiknya yang ada disarang nyamuknya masih akan terus hidup, makanya fogging tidak efektif. Yang kita lakukan untuk pencegahan saat ini adalah fogging focus,” katanya.

Fogging focus itu adalah bila ada satu kasus maka pada radius 100 meter akan dilakukan penyemprotan untuk membunuh nyamuk dewasa yang ada di lokasi tersebut.

“Jadi, ini upaya kita untuk memutus rantai penularan, namun sesungguhnya pencegahan secara umum fogging itu tidak efektif, tapi kita gerakan masyarakat untuk memberantaskan sarang nyamuk dan juga pengendalian jentik,” pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kasus Demam Dengue dan DBD di Tanjabtim Meningkat Signifikan

Baca juga: Kasus DBD Mulai Naik di Kota Jambi, Pemkot Bakal Gelar Pemberantasan Sarang Nyamuk

Baca juga: Cegah DBD, Wakil Walikota Jambi Ajak OPD Lakukan Gerakan Abatetisasi dan Gotong Royong

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved