Berita Tebo

Baru Diresmikan, Warga Merasa Dirugikan dengan Pusat Informasi Konservasi Gajah di Tebo

Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) di Desa Muara Sekalo Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo, Jambi yang baru diresmikan beberapa waktu lalu nyatanya t

Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUN JAMBI/SOPIANTO
Salah satu destinasi wisata Jambi yakni Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) yang ada di Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) di Desa Muara Sekalo Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo, Jambi yang baru diresmikan beberapa waktu lalu nyatanya tidak sesuai dengan keinginan masyarakat setempat, malah masyarakat merasa dirugikan dengan keberadaannya.

Keberadaan PIKG yang didirikan oleh BKSDA Provinsi Jambi tersebut nyatanya tidak sesuai dengan harapan masyarakat khusus Warga Desa Muara Sekalo.

Warga setempat bahkan menganggap keberadaan PIKG tersebut merugikan dan membahayakan bagi kebun dan permukiman warga.

Selain itu, masyarakat setempat menganggap pihak BKSDA Provinsi Jambi mengingkari kesepakatan awal dengan masyarakat terkait pembangunan pagar bagi lahan masyarakat setempat sepajang 8 KM untuk melindungi kebun dan pemukiman warga dari gajah liar.

Mantan Kepala Desa Muara Sekalo, Suherman saat dikonfirmasi mrngatakan, bahwa sebelumnya pihak masyarakat telah sepakat dengan pihak BKSDA terkait pembebasan lahan untuk pembangunan pagar listrik kejut sepanjang 30 Km yang kemudian disepakati lagi sepanjang 8 Km untuk melindungi pemukiman dan perkebunan warga yang selama ini selalu dirugikan oleh hadirnya gajah liar.

"Awalnya kami menganggap adanya pusat penangkaran ini, bisa mempermudah akses masyarkat untuk mengadukan keluhannya terkait gangguan akibat gajah liar, malahan sebelumnya juga sudah disepakati untuk membangun pagar pelindung sepanjang 30 Km dan kemudian diperbarui hanya bisa 8 Km saja, itu agar kebun dan pemukiman warga bisa terlindungi dari gajah," ujar Seherman.

Namun kenyataannya kata Seherman, pagar pelindung bagi perkebunan dan pemukiman warga tersebut tak kunjung dibangun, tapi Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) yang dibangun dan diresmikan duluan.

Menurut Suherman, keberadaan PIKG saat ini memancing hadirnya gajah-gajah liar untuk datang, sehingga membuat perkebunan dan pemukiman menjadi menjadi tidak aman. Karena setiap malamnya selalu didatangi gerombolan gajah liar.

"Pagarnya belum dibangun namun sudah diresmikan, sehingga saat ini setiap malam selalu ada gajah yang datang, itu sangat menghawatirkan masyarakat setempat" ucap Suherman Minggu (21/8/2022)

Dirinya berharap kepada pihak terkait terutama BKSDA Provinsi Jambi untuk bisa segera membangun pagar kejut listrik yang telah disepakati untuk melindungi pemukiman dan perkebunan warga, agar masyarakat bisa merasa aman dan terlindungi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved