Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Bonus Demografi dan Harapan Kedepannya

Beberapa tahun terakhir, istilah bonus demografi menjadi topik yang sering diperbincangkan di berbagai media.

Tayang:
Editor: Rahimin
Istimewa
Kantor Badan Pusat Statistik. Bonus Demografi dan Harapan Kedepannya 

Rasio ketergantungan yang kecil ini juga menjadi indikasi bahwa penduduk usia produktif dapat mengalihkan sumber daya yang sebelumnya digunakan untuk menanggung penduduk usia nonproduktif ke hal lain guna meningkatkan produktivitas yang akhirnya akan memengaruhi roda perekonomian.

Penurunan rasio ketergantungan ini juga disebabkan oleh penurunan tingkat kelahiran di Indonesia.

Pada 2020, Indonesia mampu menurunkan laju pertumbuhan penduduk secara nasional menjadi sebesar 1,25 persen.

Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa Indonesia sedang dihadapkan pada sebuah periode terbaik dalam menghadapi Bonus Demografi.

Hal ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar Indonesia mendulang keuntungan ekonomis dari penambahan penduduk usia produktif ini.

Bonus Demografi di Indonesia sendiri diperkirakan akan berlangsung hingga 2035.

Namun perlu diperhatikan bahwa penambahan jumlah penduduk ini hanya memberikan sebuah peluang.

Bloom dan Channing (2004) mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan yang otomatis antara pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi.

Positif atau negatif dampak yang muncul dari fenomena penambahan penduduk usia produktif ini, tergantung bagaimana kebijakan pemerintah setempat dalam upaya penyerapan tenaga kerja ke dalam pasar kerja.

Harapan ke depan

Dengan melihat perjalanan negara-negara yang telah mengambil keuntungan fenomena bonus demografi seperti Korea Selatan, Jepang, dan Singapura, terdapat beberapa pelajaran yang bisa diambil yakni, meningkatkan investasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan, memperluas partisipasi kerja, mengantisipasi sejak dini penuaan populasi dan mengupayakan pemerataan persebaran penduduk (Kominfo, 2014).

Pandemi Covid-19 memberikan kejutan pada sistem pendidikan Indonesia sejak awal kemunculannya.

Terjadi pergeseran cara belajar yang semula melalui tatap muka menjadi pertemuan digital.

Tingginya disparitas akses terhadap pembelajaran digital antarwilayah memperparah kesempatan anak untuk mendapatkan pendidikan.

Kemendikbud dalam publikasinya pada 2021 menyatakan pandemi Covid-19 telah meningkatkan angka putus sekolah di Indonesia.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved