Harga Sawit Jambi

Petani Jambi Bingung, Harga Sawit Masih Kurang dari Rp 2.000 per Kg

Sudah lebih dari sepekan lalu Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit akan naik di atas Rp2.000

Penulis: tribunjambi | Editor: Suci Rahayu PK
Facebook Wanto
Harga TBS kelapa sawit naik, tapi masih jauh dari harga yang dijanjikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sudah lebih dari sepekan lalu Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit akan naik di atas Rp2.000 per kilogram. Namun hingga Sabtu (13/8), kondisi belum berubah.

Surat Gubernur Jambi terkait penetapan harga (TBS) kelapa sawit yang dibeli perusahaan dari petani senilai Rp2.016 per kilogram, pun belum berdampak.

Di beberapa daerah Provinsi Jambi, harga di tingkat petani masih di kisaran Rp1.000-Rp1.300 per kilogram.

Harga sawit di tingkat petani di Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi Rp1.420 per kilogram, Kamis (11/8/2022).
Harga sawit di tingkat petani di Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi Rp1.420 per kilogram, Kamis (11/8/2022). (Tribunjambi.com/Musawira)

Basri, pengepul di Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menuturkan harga masih jauh dari harapan. Meski stabil di Rp1.000 per kilogram, itu masih jauh dari harapan.

"Harga tandan buah sawit sekarang di petani Rp1.000 per kilogram, jauh sekali," katanya, Sabtu (13/8).

Dengan adanya sedikit kenaikan harga, petani tidak terlalu senang. Itu lantaran petani berharap harga naik lebih sepadan dan pantas. "Kalau petani yang kita temui berharap harga tandan buah sawit mencapai Rp2.000 di tingkat petani," katanya.

Di Kabupaten Tebo, harga di tingkat petani Rp1.200 per kilogram. Angka itu belum berubah sejak beberapa hari lalu.

"Iyo benar, harga sawit kini di angka Rp1.200 di tingkat petani. Kalau sebelumnya Rp1.197 rupiah," kata Abu Bakar, pengepul sawit di Desa Teluk Rendah Ilir, Kecamatan Tebo Ilir.

Harga Sawit Jambi 12-18 Agustus 2022 Rp Rp 2.136 per Kg, Petani Menanti Harga Normal

Disbun Sebut Kenaikan Harga Sawit Hanya Dirasakan 15 Persen Petani di Jambi

Sampai kemarin siang, kata Abu, belum ada kenaikan harga TBS yang signifikan. "Naiknya Rp30 per kilo," ungkapnya, Kamis (11/8).

Kondisi itu tentu berbeda dengan apa yang disampaikan Menteri Perdagangan dan Gubernur Jambi beberapa waktu lalu.

Saat di Tebo beberapa waktu lalu, Gubernur Al Haris mengatakan sudah menetapkan harga TBS diangaka Rp2.016 per kilogram. Apabila ada pabrik membeli di bawah harga Rp2.000 per kilogram, maka petani bisa melapor ke gubernur. "Kemarin sudah sayo naikan hargonyo, kalau ada pabrik beli dengan hargo yang murah laporkan ke sayo," kata Al Haris.

Di Kabupaten Tebo, masih banyak pabrik membeli harga TBS kelapa sawit di bawah Rp2.000. Padahal Gubernur Jambi sudah menginstruksikan kepada pengusaha kelapa sawit untuk mengikuti aturan yang sudah disepakati.

Tidak merata

Di Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, petani sawit bernama Irmunsani mempertanyakan kebijakan pemerintah yang belum berdampak signifikan terhadap kenaikan harga TBS kelapa sawit.

"Kenaikan harga memang mulai ada, tapi tidak merata tiap daerah. Naiknya pun tidak sesuai yang gubernur katakan, kenaikan cuma sedikit, kayak disengaja oleh oknum pelansir atau pabrik," ucapnya.

Irmunsani membandingkan harga TBS per kemarin, di Tanjabtim Rp900-Rp1.000 dan di Batanghari Rp1.000-1.300. "Lah di tempat kami masih Rp1.000-an di tingkat pengepul. Tolonglah, dengan harga segitu kami tidak dapat apa-apa. Bahkan untuk makan saja tidak mencukupi, apalagi untuk membeli pupuk non subsidi yang harganya selangit," lanjutnya.

"Inilah kendalanya, tidak dipupuk tanaman tidak optimal buahnya, sementara pabrik melakukan seleksi ketat dengan memainkan harga, yang bagus di hargai murah, apa lagi yang kurang bagus, pabrik pasti menolak," lanjut Irmunsani.

Kondisi seperti itu membuat petani dilema. Dia berharap SK Gubernur Jambi tentang penetapan harga sawit bisa diterapkan segera mungkin secara merata.

Sementara itu, harga TBS kelapa sawit yang dibeli perusahaan di Kabupaten Muarojambi juga berangsur naik. Semisal di PT PAL Sungai Gelam, harga hampir Rp2.000 per kilogram.

Manager PT PAL, Roy Saragih, mengatakan sebelumnya membeli sawit seharga Rp1.100 per kilogram. Harga fluktuatif tergantung kualitas.

Ratusan Botol Miras Diamankan Satpol PP Kota Jambi

Baca juga: Festival Kuliner Kota Jambi Lombakan Gulai Terjun Masakan Khas Sarolangun

"Paling rendah Rp1.600, dan paling tinggi ada kontrak KUD sesuai disbun Rp1.970," kata Roy.

Di Kabupaten Batanghari, harga mulai membaik dibanding beberapa hari sebelumnya.

Petani sawit di Kelurahan Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Irwanto, mengatakan harga sawit menjadi Rp1.420 per kilogram di level loading Ram.

"Tingkat loading ada kenaikan Rp80 dari sehari sebelumnya. Berbeda jika harga di level pabrik ada yang sudah menyentuh Rp1.500," katanya.

Di tingkat harga tersebut, Irwan mengatakan petani masih terkena dampak biaya perawatan buah sawit dan biaya transportasi saat melansir hasil panen. "Harga sawit berangsur-angsur naik, tapi kondisi ini belum normal. Allhamdullilah dengan kondisi ini buat petani jadi semangat untuk memanen," pungkasnya.

Harga ketetapan sudah naik

Sementara itu, harga TBS berdasarkan rilis dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi sudah menembus angka Rp2.000 per kilogram. Angka ini mulai merangkak naik dibanding sebelumnya yang menempati harga Rp500 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal, mengatakan harga tersebut hanya dirasakan 10-15 persen petani kelapa sawit yang ada di Provinsi Jambi. Sehingga memang masih banyak petani kelapa sawit yang terpukul dengan harga tandan buah sawit saat ini.

"Harga TBS itu Rp2.176 itu baru kemarin yang tertinggi. Nah persoalan kita harga tertinggi itu rendemam 26 sampai 27, itu standar tertinggi kebun sawit yang paling bagus. Sementara petani kita hampir 60 persen itu," katanya, Jumat (13/8)

Lebih lanjut dikatakan Agusrizal, harga tersebut adalah harga patokan untuk petani yang bermitra dengn perusahaan. Sementara untuk petani swadaya, harga tesebut menjadi harga himbauan untuk pengepul membeli tandan buah sawit.

"Petani yang bermitra di Provinsi Jambi paling hanya 15 persen. Jadi yang merasakan harga segitu (Rp2.176 rupiah perkilogram) ya hanya yang bermitra," pungkasnya. (Tribunjambi.com)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Harga Sawit Jambi 12-18 Agustus 2022 Rp Rp 2.136 per Kg, Petani Menanti Harga Normal

Baca juga: Disbun Sebut Kenaikan Harga Sawit Hanya Dirasakan 15 Persen Petani di Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved