Harga Sawit Jambi

Petani Jambi Bingung, Harga Sawit Masih Kurang dari Rp 2.000 per Kg

Sudah lebih dari sepekan lalu Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit akan naik di atas Rp2.000

Penulis: tribunjambi | Editor: Suci Rahayu PK
Facebook Wanto
Harga TBS kelapa sawit naik, tapi masih jauh dari harga yang dijanjikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. 

Irmunsani membandingkan harga TBS per kemarin, di Tanjabtim Rp900-Rp1.000 dan di Batanghari Rp1.000-1.300. "Lah di tempat kami masih Rp1.000-an di tingkat pengepul. Tolonglah, dengan harga segitu kami tidak dapat apa-apa. Bahkan untuk makan saja tidak mencukupi, apalagi untuk membeli pupuk non subsidi yang harganya selangit," lanjutnya.

"Inilah kendalanya, tidak dipupuk tanaman tidak optimal buahnya, sementara pabrik melakukan seleksi ketat dengan memainkan harga, yang bagus di hargai murah, apa lagi yang kurang bagus, pabrik pasti menolak," lanjut Irmunsani.

Kondisi seperti itu membuat petani dilema. Dia berharap SK Gubernur Jambi tentang penetapan harga sawit bisa diterapkan segera mungkin secara merata.

Sementara itu, harga TBS kelapa sawit yang dibeli perusahaan di Kabupaten Muarojambi juga berangsur naik. Semisal di PT PAL Sungai Gelam, harga hampir Rp2.000 per kilogram.

Manager PT PAL, Roy Saragih, mengatakan sebelumnya membeli sawit seharga Rp1.100 per kilogram. Harga fluktuatif tergantung kualitas.

Ratusan Botol Miras Diamankan Satpol PP Kota Jambi

Baca juga: Festival Kuliner Kota Jambi Lombakan Gulai Terjun Masakan Khas Sarolangun

"Paling rendah Rp1.600, dan paling tinggi ada kontrak KUD sesuai disbun Rp1.970," kata Roy.

Di Kabupaten Batanghari, harga mulai membaik dibanding beberapa hari sebelumnya.

Petani sawit di Kelurahan Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Irwanto, mengatakan harga sawit menjadi Rp1.420 per kilogram di level loading Ram.

"Tingkat loading ada kenaikan Rp80 dari sehari sebelumnya. Berbeda jika harga di level pabrik ada yang sudah menyentuh Rp1.500," katanya.

Di tingkat harga tersebut, Irwan mengatakan petani masih terkena dampak biaya perawatan buah sawit dan biaya transportasi saat melansir hasil panen. "Harga sawit berangsur-angsur naik, tapi kondisi ini belum normal. Allhamdullilah dengan kondisi ini buat petani jadi semangat untuk memanen," pungkasnya.

Harga ketetapan sudah naik

Sementara itu, harga TBS berdasarkan rilis dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi sudah menembus angka Rp2.000 per kilogram. Angka ini mulai merangkak naik dibanding sebelumnya yang menempati harga Rp500 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal, mengatakan harga tersebut hanya dirasakan 10-15 persen petani kelapa sawit yang ada di Provinsi Jambi. Sehingga memang masih banyak petani kelapa sawit yang terpukul dengan harga tandan buah sawit saat ini.

"Harga TBS itu Rp2.176 itu baru kemarin yang tertinggi. Nah persoalan kita harga tertinggi itu rendemam 26 sampai 27, itu standar tertinggi kebun sawit yang paling bagus. Sementara petani kita hampir 60 persen itu," katanya, Jumat (13/8)

Lebih lanjut dikatakan Agusrizal, harga tersebut adalah harga patokan untuk petani yang bermitra dengn perusahaan. Sementara untuk petani swadaya, harga tesebut menjadi harga himbauan untuk pengepul membeli tandan buah sawit.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved