Perkebunan Masih Jadi Andalan

Pulau Jawa dari dulu memang dikenal sebagai lumbung tanaman pangan, khususnya padi secara nasional

Editor: Rahimin
Istimewa
Potensi perkebunan di Pulau Sumatera memang sangat mendominas 

Perkebunan Masih Jadi Andalan

Oleh: Septie Wulandary, SST, M.Stat

Statistisi Ahli Muda, BPS Provinsi Jambi

TRIBUNJAMBI.COM - Jika Pulau Jawa adalah surga untuk komoditas tanaman pangan, maka Pulau Sumatera adalah nirwana untuk perkebunan.

Sebenarnya kalimat tersebut tidaklah berlebihan untuk menggambarkan kondisi topografi di Indonesia. Pulau Jawa dari dulu memang dikenal sebagai lumbung tanaman pangan, khususnya padi secara nasional.

Lebih dari setengah produksi padi nasional atau 56 persen dihasilkan di tanah Jawa, dengan total 30,7 ton Gabah Kering Giling (GKG) di 2021. Hal ini seiring dengan besarnya luas panen.

Analisis cluster (pengelompokkan) potensi produksi padi di Indonesia yang dilakukan para peneliti menunjukkan bahwa Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur berada dalam kelompok yang sama, yaitu kelompok dengan potensi produksi padi terbesar.

Hal yang sama pun dijawab BPS melalui hasil rilis resminya pada awal Maret lalu. Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat di tahun 2021 merupakan tiga provinsi dengan potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada Januari hingga April 2021.

 Jika berbicara perkebunan, maka Pulau Sumatera mengambil peran terdepan. Potensi perkebunan di Pulau Sumatera memang sangat mendominasi. Data BPS tahun 2021 menunjukkan produksi komoditas perkebunan, di antaranya kelapa sawit, karet, kelapa, kopi, dan pinang, terbesar berada di Pulau Sumatera.

Sekitar 53 persen produksi sawit nasional dihasilkan di Pulau Sumatera, yaitu 24,4 juta ton di tahun 2021. Produksi karet provinsi di Pulau Sumatera sebesar 2,2 juta ton atau 70 persen secara nasional, kelapa 722 ribu ton atau 25 persen, dan kopi 374 ribu ton atau 48 persen.

Jambi yang merupakan bagian dari Pulau Sumatera memberikan andil besar bagi komoditas perkebunan. Produksi sawit di Jambi menempati urutan terbesar keempat di Pulau Sumatera, yaitu 2.6 juta ton di 2021. Produksi karet 310 ribu ton, kelapa 116 ribu ton, dan kopi 20 ribu ton selama 2021.

Perkebunan merupakan komoditas strategis di Provinsi Jambi. Tercatat kontribusi perkebunan dalam PDRB Jambi sebesar 21,3 persen di 2021 atau senilai 50 triliun rupiah, yang merupakan kontributor terbesar terhadap pembentukan nilai tambah lapangan usaha.

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang mempunyai peran penting dalam perekonomian, karena kemampuannya menghasilkan minyak nabati yang banyak dibutuhkan sektor industri. Persentase ekspor minyak nabati Januari – Juni 2022 di Jambi sebesar 11 persen atau terbesar keempat setelah minyak dan gas (migas), karet olahan, dan batu bara. Nilainya mencapai 38 juta dolar di Bulan Juni 2022.

Komoditas perkebunan lainnya, yaitu karet, juga memiliki andil besar dalam produk utama ekspor Jambi. Volume ekspor karet selama tahun 2021 sebesar 285 ribu ton atau senilai 485 juta US $. Begitu pula pinang, perannya dalam ekspor Jambi yang kian strategis menjadikannya salah satu primadona. Volume ekspor pinang selama 2021 sebesar 81 ribu ton, dengan nilai 142 juta US $.

Apabila dilihat dari produksinya, kelapa merupakan komoditas perkebunan strategis ketiga di Jambi, terutama di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat. Begitupun kopi Jambi, yang dikenal dengan citarasa yang berbeda dari jenis arabika (Kerinci), robusta (Merangin), dan liberika (tanjab Timur dan Tanjab Barat), mendorong kopi Jambi makin mendunia.

Melihat begitu strategis dan pentingnya komoditas perkebunan dalam perekonomian Jambi membuatnya menjadi perhatian dan program pemerintah. Geliat harga sawit, karet, dan pinang yang turun naik hendaknya menjadi program utama pemerintah daerah khususnya agar harga terkendali, sehingga kesejahteraan masyarakat ikut membaik.

Meningkatkan produktivitas perkebunan melalui penggunaan teknologi dan inovasi pertanian, antara lain penggunaan bibit unggul, teknis budidaya, pemupukan, dan sebagainya. Selain itu, diperlukan peningkatan ekspor dan daya saing melalui penggunaan teknologi dan inovasi pemasaran, misalnya melalui promosi wisata dan media sosial, serta melalui kebijakan (peraturan) pemerintah. Selain itu, hal yang terpenting adalah hilirisasi produk perkebunan yang digaungkan pemerintah pun hendaknya segera direalisasikan. Semoga petani kita semakin sejahtera. (Data Jambi/Produksi)

---

Informasi Indikator Statistik dan Data Jambi terkini dapat diakses melalui jambi.bps.go.id dan Sosial Media BPS Provinsi Jambi (IG, FB, dan Youtube BPS Provinsi Jambi).

Ayo persiapkan diri menyambut pelaksanaan Sensus Pertanian 2023

Baca juga: Memperbaiki Fasilitas Kesehatan Jambi, Mengantisipasi Kebangkitan Ekonomi

Baca juga: Potret Pemulihan Ekonomi Kota Sungai Penuh Pasca Pandemi

Baca juga: Menjaga Denyut Ekonomi Jambi Tetap Stabil

 

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved