Memperbaiki Fasilitas Kesehatan Jambi, Mengantisipasi Kebangkitan Ekonomi

Menyongsong harapan pemulihan ekonomi berjalan cepat, namun dengan tetap waspada bahwa Covid--19 masih ada

Editor: Rahimin
Istimewa
Memperbaiki Fasilitas Kesehatan Jambi, Mengantisipasi Kebangkitan Ekonomi 

Memperbaiki Fasilitas Kesehatan Jambi, Mengantisipasi Kebangkitan Ekonomi

Oleh: Ririh Jatismara, S.Si, Fungsi Statistik sosial BPS Provinsi Jambi

TRIBUNJAMBI.COM # Perekonomian mulai menggeliat kembali usai dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir. Hantu pandemi merata menyergap negeri, tak terkecuali di Jambi.

Menyongsong harapan pemulihan ekonomi berjalan cepat, namun dengan tetap waspada bahwa Covid--19 masih ada. Terlebih bagi provinsi yang memiliki moto 'Sepucuk Jambi Sembilan Lurah' ini.

Letaknya yang strategis berada di tengah-tengah pulau Sumatera dan merupakan dataran rendah di sisi Timur Pulau Andalas. Posisinya mudah diakses oleh masyarakat Sumatera maupun luar pulau untuk sekadar berwisata atau lalu lalang transportasi.

Tak heran bila kondisi itu menjadi perhatian Gubernur Jambi. Ekonomi bangkit, namun tetap mengantisipasi kesehatan masyarakat sebagai poin utama. Kasus warga suspect Covid-19 yang telah menurun tak membuat Gubernur Jambi, Al Haris, lengah. Yang dilakukan justru sebaliknya, tetap konsisten memperbaiki fasilitas kesehatan.

Seperti halnya yang disampaikan Al Haris pada kegiatan 'Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN)' oleh Menteri Kesehatan RI secara virtual, bertempat di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi, Rabu (18/5).

“Kami meminta bantuan kepada Bapak Menteri Kesehatan RI karena saat ini kami terus menata RSUD Raden Mattaher untuk menjadi lebih lagi kedepannya. Kami meminta bantuan terkait fasilitas dan gedung melalui anggaran dari Kementerian, dimana anggaran dari Pemerintah Provinsi Jambi minim karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi yang masih jauh dari harapan,” kata Gubernur Al Haris.

Setelah ditelisik kembali, porsi pengeluaran kesehatan masyarakat Jambi yang terbesar ternyata untuk pengobatan atau kuratif. Angkanya mencapai 63,23 persen (Susenas, 2021). Pengobatan atau kuratif merupakan suatu kegiatan dan atau serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit, pengendalian penyakit atau pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mungkin.

Sementara, fasilitas kesehatan yang diakses masyarakat Jambi dan sekitarnya paling dominan adalah Rumah Sakit Pemerintah. Porsinya tertinggi di angka 37,66 persen. Selanjutnya posisi kedua adalah Rumah Sakit Swasta dengan angka 36,04 persen. Persentase itu dilihat berdasarkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk biaya pelayanan pengobatan atau kuratif menurut jenis pengeluaran di Provinsi Jambi pada tahun 2021.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved