Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Pengusutan Kematian Brigadir Yosua, 3 Jenderal Dimutasi, Susno Duadji: Mengurangi Hambatan Psiklogis
3 jenderal dicopot kapolri dari jabatan yani Irjen Pol Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, dan Brigjen Pol Benny Ali.
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
Dia bilang, beberapa orang lagi diperiksa pada dugaan hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan.
"Tentunya kita ingin semua berjalan dengan baik," ungkap Kapolri.
Berdasarkan data yang disampaikan Kapolri, yang diperiksa itu mulai dari Tantama hingga Perwira Tinggi.
Baca juga: Profil dan Biodata Irjen Pol Syahar Diantono Kadiv Propam Pengganti Ferdy Sambo
Baca juga: Update Penyidikan Kematian Brigadir Yosua: 25 Personel Polri Diperiksa, 4 Orang Masuk Ruang Khusus
Jumlah perwira tinggi pangkat Brigjen yang diperiksa sebanyak 3 orang, kemudian pangkat Kombes 5 personel.
Selanjutnya, polisi pangkat AKBP sebanyak 3 orang, perwira menengah pangkat Kompol sebanyak 2 personel, perwira muda 7 orang, dan bintara serta tantama 5 orang.
Kapolri menjelaskan, personel yang diperiksa itu berasal dari Propam, Polres, dan juga beberapa personel Polda dan Bareskrim.
"Kita ingin semua proses bisa berjalan dengan baik. Oleh karena itu, terhadap 25 personel yang telah dilakukan pemeriksaan, kita akan jalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik," tutur Jenderal Listyo.
Tentunya, tambah Kapolri, apabila ditemukan adanya proses pidana, juga akan memproses pidana yang dimaksud.
Ditambahkan Kapolri, dirinya yakin timsus akan bekerja keras, dan menjelaskan hasil pekerjaan kepada masyarakat, dan membuat terang peristiwa yang terjadi.
Sementara itu, Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Yosua, mengatakan dirinya mengapresiasi kebijakan Kapolri dan kinerja tim khusus.
Dia bilang, penetapan tersangka telah menjadi langkah besar yang dihadirkan kepolisian atas kematian Brigadir J yang cukup lama jadi misterius.
Pada kasus ini, Polri sudah menetapkan satu orang tersangka, yakni Bharada E, Rabu (3/8/2022) malam.
Terkait kemungkinan pihak lain yang harusnya bertanggung jawab, Samuel Hutabarat tidak mau berspekulasi.
"Itu tergantung tim khusus. Saya tidak ahlinya. Saya hanya menunggu soal hasil," ungkap Samuel dalam wawancara di Kompas TV.
Sementara itu, terkait pernyataan turut belasungkawa yang tadi pagi disampaikan Irjen Pol Ferdy Sambo, Samuel mengatakan keluarganya membuka pintu hati dan pintu rumah untuk siapapun. (*)
Baca juga: Daftar 25 Anggota Polri Diperiksa yang Tak Profesional Tangani TKP Brigadir Yosua Hutabarat
Baca juga: Bharada E Jadi Tersangka, Komnas HAM Telusuri Pelaku Lain Terkait Tewasnya Brigadir J
Update berita terbaru Tribunjambi.com di Google News.
Simak berita lainnya terkait kematian Brigadir Yosua dalam Topik Brigadir Yosua Tewas Ditembak.