Rencana RSUD Rantau Rasau Tak Hanya Berdampak Disekitar, Kemungkinan Juga Kabupaten Lingga Kepri

Rencana pembangunan RSUD Rantau Rasau akan berdampak kepada provinsi Kepulauan Riau, terkhusus di Kabupaten Lingga.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanjabtim Ali Fachruddin. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK-Rencana pembangunan Rumah Sakit Daerah (RSUD) di Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada 2023 akan memberikan dampak kemudahan bagi masyarakat sekitar hingga provinsi Tetangga.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanjabtim Ali Fachruddin berkata, dampak positif adanya RSUD di Kecamatan Rantau Rasau akan berdampak pada Kecamatan Sadu, Nipah Panjang, Berbak.

"Karena posisi rencana rumah sakit daerah ini berada di Delta Berbak, ada beberapa kecamatan yang bisa dicover oleh rumah sakit tersebut dan memudahkan masyarakat," ujarnya, Rabu (27/7/2022).

Rencana pembangunan RSUD Rantau Rasau ini berkemungkinan akan berdampak kepada provinsi Kepulauan Riau, terkhusus di Kabupaten Lingga.

"Mungkinan bisa juga mengcover dari kabupaten tetangga dari Lingga, karena kabupaten ini lebih dekat ke kita dari pada ke Batam. Naik kendaraan air dari sana ke lokasi sekitar dua jam setengah," kata Ali.

Sementara itu, pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Timur juga telah melakukan Green design atau konsep perancangan dan DID.

"Pada saat kita meng-upload usulan by sistem. Kalau kita sudah memenuhi sesuai dengan ketentuan itu langsung oke, kalau itu tidak terpenuhi akan tertolak sendiri kalau kita sudah oke kemarin," sebut Ali.

Menurut Ali, mengenai respon dari pihak kementerian soal rencana rumah sakit tersebut, dinas terkait mengatakan bahwa kementerian sangat responsif, bahkan memiliki peluang yang cukup besar untuk disetujui oleh pihak kementerian.

"Mengunakan dana Dana Alokasi Khusus 2023, sekarang masih proses pengusulan," tuturnya.

(Tribun Jambi / Rifani Halim)

Baca juga: Harga Sawit di Tanjabtim Rabu (27/7/2023) Masih Rp 600-700 Per Kilogram

Baca juga: Di Tengah Isu Penghapusan Honorer, Diknas Tanjabtim Masih Kekurangan Guru

Baca juga: Warga Tanjabtim Ngeluh Jalan Dekat Kantor Samsat dan Kantor Camat Muara Sabak Barat Rusak

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved