Data BPS

Jambi Dalam Angka, Jumlah Perceraian di Provinsi Jambi Mulai dari Sebab Zina Hingga Ekonomi

Dari data perceraian yang disajikan BPS Provinsi Jambi ini, pada 2021 Kabupaten Kerinci menjadi daerah yang tak ada kasus perceraian.

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
via Intisari Online
Ilustrasi Perceraian Meningkat Akibat Pandemi Virus Corona. BPS Provinsi Jambi mencatat jumlah perceraian di Provinsi Jambi tahun 2021 sebanyak 5.000 kasus 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dalam buku Jambi Dalam Angka 2022 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Jambi salah satu data yang disajikan adalah jumlah perceraian di Provinsi Jambi.

Berikut Tribun kutipkan data jumlah perceraian di Provinsi Jambi tahun 2021 per kabupaten/kota.

Dari data perceraian yang disajikan BPS Provinsi Jambi ini, pada 2021 Kabupaten Kerinci menjadi daerah yang tak ada kasus perceraian. Adapun kasus perceraian terbanyak terdapat di Kota Jambi.

Berikut Jambi dalam angka, jumlah perceraian di Provinsi Jambi tahun 2021 per kabupaten/kota:

Jumlah Kasus Perceraian per Kabupaten/Kota di Jambi

Kabupaten Kerinci 0 kasus
Kabupaten Merangin 463 kasus
Kabupaten Sarolangun 323 kasus
Kabupaten Batanghari 366 kasus
Kabupaten Muaro Jambi 660 kasus
Kabupaten Tanjung Jabung Timur 337 kasus
Kabupaten Tanjung Jabung Barat 512 kasus
Kabupaten Tebo 514 kasus
Kabupaten Bungo 477 kasus
Kota Jambi 942 kasus
Kota Sungai Penuh 406 kasus

Baca juga: Jambi Dalam Angka, Jarak Kabupaten/Kota di Jambi ke Ibukota Provinsi Jambi

Dalam data jumlah perceraian di Provinsi Jambi tahun 2021 ini, BPS Provinsi Jambi memasukkan 14 sebab perceraian. Sebab perceraian tersebut antara lain ekonomi, zina, KDRT, poligami hingga dihukum penjara.

Penyebab perceraian terbanyak adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus.

Baca juga: Angka Perceraian di Bungo Meningkat, Faktor Ekonomi jadi Penyebab Utama

Total ada 4.140 kasus perceraian di Provinsi Jambi pada 2021 dengan sebab perselisihan dan pertengkaran.

Lalu penyebab terbanyak kedua adalah meninggalkan salah satu pihak yakni 448 kasus. Adapun alasan ekonomi sebanyak 286 kasus.

Untuk jumlah cerai talak sebanyak 1.147 kasus dan cerai gugat 3.853 kasus.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved