Angka Perceraian di Bungo Meningkat, Faktor Ekonomi jadi Penyebab Utama

Angka perceraian di Kabupaten Bungo meningkat selama tahun 2021 lalu. Ratusan orang melakukan perceraian.

Tribunjambi/Muzakkir
Wakil ketua Pengadilan Agama Muaro Bungo, Moh. Lutfi Amin, SHI, Kamis (20/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Angka perceraian di Kabupaten Bungo meningkat selama tahun 2021 lalu. Ratusan orang melakukan perceraian.

Berdasarkan data yang diperoleh di Pengadilan Agama (PA) Muaro Bungo, selama tahun 2021 lalu mereka menangani berbagai kasus. Namun yang paling banyak adalah kasus perceraian.

"Jumlah perkara kita tangani tahun 2021 lalu sebanyak 586. Dari angka itu, 505 kasus perceraian," kata wakil ketua Pengadilan Agama Muaro Bungo, Moh.  Lutfi Amin, SHI, Kamis (20/1).

Dari sekian banyak kasus perceraian itu, rata-rata adalah perceraian gugat. Dimana para isteri menggugat suaminya untuk bercerai. Jumlahnya mencapai 376 kasus. Sementara cerai talak atau cerai yang dilakukan oleh suami hanya 129 kasus.

Lutfi Amin menjelaskan, faktor utama perceraian yang terjadi adalah faktor ekonomi. Banyak rumah tangga yang tak harmonis akibat ekonomi.

"Faktor ekonomi paling tinggi, kemudian ada perselisihan dan pertengkaran terus menerus serta KDRT," ungkapnya.

Baca juga: Jika Rio Tak Juga Dicopot, Warga Dusun Koto Jayo Bungo akan Lakukan Demo Susulan

Baca juga: Video Siswi di Bungo Duel Beredar di Medsos, Waka DPRD akan Panggil Kadisdik

Jika dibandingkan tahun 2020 lalu, angka perceraian di Kabupaten Bungo hanya 457 kasus. Sementara tahun ini naik menjadi 505. Artinya ditahun itu banyak janda dan duda baru di Kabupaten Bungo.

"Kalau dilihat dari angka memang meningkat," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved