Berita Jambi
Walhi Sebut Program Energi Terbarukan di Jambi Ada Solusi Palsu dari Korporasi, Ini Sebabnya
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi sebut solusi palsu korporasi dibalik agenda program energi baru terbarukan (EBT) di Provinsi Jambi.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Praktek dan tata Kelola buruk juga ternyata ditemukan bukan hanya dilakukan oleh PT . HAN dalam temuan riset yang dilakukan oleh WALHI Jambi .
Kemudian, PT IIS yang berada diwilayah Desa Lampisi , juga menimbulkan persolan dilapangan .
"Persoalan paling serius yang dihadapi warga Desa Lampisi yang merupakan daerah padat penduduk yang berbatasan langsung dengan areal kebun perusahaan adalah banjir. Saat diguyur hujan lebat , setidaknya pemukiman warga di tiga Rukun Tetangga yang terdampak banjir," ungkapnya.
Diungkapkannya, air banjir menggenang hingga setinggi paha orang dewasa dan akan berlangsung selama kurang lebih dua jam .
Sehingga dari praktek yang berlangsung , sangat terlihat sekali bahwa , perusahaan PT . IIS telah melakukan tata Kelola lingkungan yang buruk sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada banjir dengan mengorbankan masyarakat .
Energi baru terbarukan yang digaungkan oleh Pemerintah Indonesia , dalam dua praktek tata Kelola korporasi wilayah terpencil di Jambi. Sesungguhnya telah membatalkan inti dari semangat mendorong energi baru terbarukan yang berkeharusan berbanding lurus dengan nilai - nilai kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Tonton Video Pelaku Pernikahan Sesama Jenis di Jambi Gaet Korbannya Via Aplikasi Ini
Baca juga: Warga kewalahan harga bawang dan cabai merah masih mahal, terlebih jelang idul Adha
Baca juga: Dinas Peternakan Sungai Penuh Catat 180 Hewan Ternak Terjangkit PMK
Baca juga: Korsleting Listrik Penyebab Ponpes di Batanghari Terbakar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Walhi-Sebut-Program-Energi-Terbarukan-di-Jambi-Ada-Solusi-Palsu-dari-Korporasi-Ini-Sebabnya.jpg)