Pondok Pesantren Zulhijjah Kebakaran

Korsleting Listrik Penyebab Ponpes di Batanghari Terbakar

Kebakaran menghanguskan bangunan Pondok Pesantren Zulhijjah yang berada di Kelurahan Teratai RT 17, Muara Bulian pada Kamis (7/7/2022) pukul 12.05 Wib

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Musawira
Kebakaran itu terjadi di Pondok Pesantren Zulhijjah Muara Bulian, Kelurahan Teratai RT 17, Kamis (7/7/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Peristiwa kebakaran menghanguskan bangunan Pondok Pesantren Zulhijjah yang berada di Kelurahan Teratai RT 17, Muara Bulian pada Kamis (7/7/2022) pukul 12.05 Wib.

Musibah kebakaran ini mengakibatkan 23 unit bangunan pondok hangus.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, berdasarkan perhitungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Batanghari, kerugian materil mencapai Rp 30 juta.

Kabid Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam dan Penyelamatan Kabupaten Batanghari, M Jasmin mengatakan terkait musibah kebakaran ini pihak Damkar melibatkan 14 personel pemadam kebarakan dan dua unit armada untuk menjinakan kobaran api.

Upaya yang dilakukan petugas membuahkan hasil api berhasil dipadamkan beselang 30 menit dengan waktu pendinginan selama 30 menit.

“Armada ada dua unit yang kita turunkan dan dibantu armada dari BPBD untuk menyuplai air. Petugas menghabiskan 9.000 liter air atau 2 kali suplai air,” katanya.

Menurutnya api pertama terlihat dari pondok santri laki-laki. Diketahui, pondok pesantren yang ditempati santri laki-laki ini berbahan kayu.

Dengan kondisi itu api sangat mudah menyambar dan mengakibatkan 23 pondok ludes terbakar.

"Dikarenakan pondok kosong, kebakaran ini diperkirakan akibat arus pendek atau korsleting listrik. Setiap proses pemadaman pasti ada kendala, tapi alhamdulillah tidak ada kendala yang berat," ujar Jasmin.

Ketua Bidang Kesiswaan Pondok Pesantren Zulhijjah Muara Bulian, Habibi mengatakan api berkobar dari pondok santri milik putra. Nasib baiknya anak-anak sudah diliburkan. Pondok dalam keadaan kosong.

"Kebakaran ini sudah kali kedua terjadi di Ponpes ini. Tadi ada alquran, kitab punya anak-anak dan pakaian habis terbakar namun ada beberapa kitab berhasil diselamatkan," kata Habibi.

Ia pun mengatakan terdapat sekitar 500 bangunan di kawasan pondok pesantren itu. Akibat peristiwa itu, pihaknya kehilangan 23 bangunan.

“Allhamdullilah tidak ada korban jiwa atas kejadian ini,” pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Tonton Video Pelaku Pernikahan Sesama Jenis di Jambi Gaet Korbannya Via Aplikasi Ini

Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Daging Ayam di Tanjabtim Rp 35 Ribu Per Kilogram

Baca juga: Medina Zein Ditahan 20 Hari di Rutan Polda Metro Jaya, Terima Ancaman 6 Tahun Penjara

Baca juga: Pernikahan Sesama Jenis, Ternyata Erayani Beli Jas Dokter di Kota Jambi Demi Prawedding

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved