Berita Batang Hari
Harga Dexlite Naik, Warga Batang Hari Keluhkan Biaya Operasional Membengkak
Kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Dexlite, menyebabkan penurunan daya beli masyarakat Batang Hari dan mendorong peralihan ke solar subsidi.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai berdampak pada masyarakat di Kabupaten Batang Hari.
Pantauan Tribunjambi.com di SPBU 24-366-17 Muara Bulian, Selasa (5/5/2026), menunjukkan perbedaan mencolok antara minat pengisian Dexlite dan solar subsidi.
Di lapangan, terlihat hanya beberapa kendaraan yang mengisi Dexlite. Sementara itu, antrean kendaraan, khususnya mobil truk, masih didominasi pada solar subsidi, meski tidak terlalu panjang.
Manajer SPBU 24-366-17, Willy, membenarkan bahwa terjadi kenaikan harga BBM sejak 4 Mei 2026. Ia menyampaikan bahwa kenaikan hanya berlaku untuk BBM non-subsidi.
"Memang ada kenaikan sejak kemarin, tapi hanya untuk non-subsidi. Untuk subsidi tidak ada perubahan," katanya.
Ia menjelaskan, harga Dexlite saat ini mencapai Rp26.600 per liter, naik dari sebelumnya Rp24.150. Sementara itu, harga Pertamax disebut tidak mengalami perubahan.
Ia mengungkapkan bahwa minat masyarakat masih didominasi pada solar subsidi. Ia menyebutkan antrean tetap terjadi, namun stok BBM secara umum masih dalam kondisi aman.
"Untuk stok masih aman, tapi memang daya beli masyarakat ada penurunan," jelasnya.
Selain itu, ia juga menyebut kenaikan harga tersebut berdampak pada daya beli masyarakat terhadap Dexlite.
“Kalau untuk Dexlite memang ada penurunan daya beli, masyarakat jadi lebih sedikit yang mengisi,” katanya.
Di sisi lain, warga mengaku mulai merasakan dampak signifikan dari kenaikan harga tersebut.
Jufri, diantara pengguna kendaraan mengeluhkan lonjakan harga Dexlite.
Ia mengatakan, sebelumnya harga Dexlite sempat berada di angka Rp14.300, lalu naik menjadi Rp24.150, hingga kini mencapai Rp26.600 per liter.
"Biasanya saya isi penuh untuk mobil bisa habis sekira satu jutaan, sekarang bisa lebih dari dua juta," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini memaksanya untuk mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar. Ia kini mulai beralih menggunakan kendaraan roda dua untuk menekan pengeluaran.
"Saya berharap harga BBM, khususnya Dexlite, dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas sehari-hari," pungkasnya.
Baca juga: Tewaskan 3 Orang di Tol Indralaya, Sopir Truk Ditangkap di Batang Hari
Baca juga: Silaturahmi dengan DPR RI, Wabup Batang Hari Dorong Penguatan Pengelolaan Lingkungan
| Polisi Selidiki Kematian Tiga Pekerja di Palka Tongkang Sungai Batang Hari |
|
|---|
| ASN Batanghari Mulai Libur Iduladha 27 Mei, Masuk Kerja 29 Mei dengan Sistem WFH |
|
|---|
| Enam Desa di Batang Hari Dipimpin Pj Kades, Pilkades Dijadwalkan 2027 |
|
|---|
| Muara Bulian Waspada Kasus Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak, 40 Kasus di Batang Hari |
|
|---|
| Rp19,8 Miliar Dana Desa Tahap 1 di Batang Hari Cair, 5 Desa Masih Terkendala Administrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Antrian-di-SPBU-Muara-Bulian.jpg)