Berita Kota Jambi
Penjualan Kambing di Kota Jambi Normal di Tengah Wabah PMK
Menjelang hari raya Idul Adha 2022 penjualan hewan kurban, terutama kambing di Kota Jambi tetap normal di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM - Menjelang hari raya Idul Adha 2022 penjualan hewan kurban, terutama kambing di Kota Jambi tetap normal di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Putra, Pengelola sekaligus pemilik Penjualan Kambing H. Mat Beken mengatakan PMK tidak berpengaruh terhadap penjualan ternak kambing di tempatnya.
"Covid tahun lalu menurun (penjualan) kalo PMK gak ada, normal kayak biasa," kata Putra.
Tetapi harga ternak kambing tahun ini naik jika dibandingkan tahun lalu. Jika tahun tahun lalu harga ternak kambing Rp 110.000 per kilogram, tahun ini menjadi Rp120.000 per kilogram.
"Kalau kenaikan harga kita ikut dari pedagang/peternak dari Lampung, kalo dari sananya naik, di sini naik, PMK ini di sana (Lampung) harganya bukan turun, malah naik harganya," jelasnya.
Walaupun harga naik, peminat kambing kurban tidak berkurang. Putra mengatakan sejak akhir Juni lalu banyak yang mencari kambing kurban.
Banyak pembeli yang datang langsung ke H. Mat Beken untuk memilih sendiri kambing kurban, satu di antara Elda dari Merene yang sedang memilih ternak kambing untuk kurban tahun ini.
Dia mencari kambing untuk kurban yang terjangkau dengan bujet yang dia miliki. Elda mengatakan kambing kurban yang disediakan di H. Mat Beken bagus dan sehat.
"Langganan beli di sini, tapi besok mau lihat lagi yang baru datang, di sini kambingnya bagus, sehat, kita minta di antar ke alamat selalu tepat waktu, sebelum di antara dikonfirmasi dulu," ujarnya.
Sama halnya dengan Lia, warga Simpang Rimbo yang sengaja datang ke H. Mat Beken untuk membeli kambing kurban.
Dia mencari kambing kurban yang sesuai dengan syarat-syarat hewan kurban untuk Idul Adha. Lia memilih membeli kambing kurban di H. Mat Beken karena sebelumnya sudah pernah membeli di sini.
Tahun ini dia ingin membeli satu ekor kambing untuk kurban.
"Mau pilih-pilih dulu, yang jelas kambing kurbannya sesuai dengan syarat-syarat hewan kurban," ujarnya.
Di tengah wabah PMK saat ini Lia lebih memilih kambing untuk kurban karena belum ditemukan kasus pada ternak kambing. Dia juga memberikan masukan sebelum memutuskan untuk membeli cek dulu kesehatan kambing.
"Kita waktu memilih lihat juga kesehatan kambingnya, lihat bagian mulut atau kakinya, lihat juga makannya banyak aatau nggak biasanya kalo kambing yang sakit nggak banyak makannya, di sini juga kandangnya bersih," katanya.