Berbulan-bulan Gaji Tak Dibayar, Karyawan PT HAL Tempuh Jalur Hukum

Karyawan PT Hutan Alam Lestari di Jambi berbulan-bulan tidak menerima gaji. Kini mereka menempuh jalur hukum untuk mendapatkan hak-nya.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
Kompas.com/Totok Wijayanto
Ilustrasi - Karyawan mempertanyakan gaji yang tidak dibayar pihak perusahaan 

TRIBUNJAMBI.COM - Karyawan PT Hutan Alam Lestari (HAL) mempertanyakan haknya sebagai karyawan. Pasalnya ada beberapa karyawan PT HAL yang gajinya hingga kini belum dibayarkan. 

Hal tersebut dibenarkan oleh Husin Gideon. Dirinya mengaku sudah tidak menerima gaji selama 10 bulan dan THR dari tahun 2020.

"Jatuhnya dari Agustus tahun 2021 sampe saat ini saya tidak menerima gaji," katanya.

Husin sendiri memiliki jabatan sebagai pimpinan unit kebun di perusahaan tersebut. 

"Saya bekerja di PT ini sudah 12 tahun, saya juga dulu yang membantu PT ini mendapatkan izin dan lain lain, tetapi kok malah sepertinya saya yang dihianati perusahaan," sesal Husin. 

Dirinya juga merasa heran, apa yang menyebabkan dirinya dan beberapa karyawan tidak dibayar gajinya oleh perusahaan. 

Bahkan, Husin mengatakan siap untuk melakukan audit jika perusahaan mencurigai dirinya selama bekerja.

"Saya siap, selama saya bekerja di perusahaan ini saya tidak pernah berbuat curang," ungkapnya.

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit Turun Terus, Petani Menjual Sawit dengan Harga Rp 450 per Kg ke Pengepul

Bahkan, beberapa waktu lalu, Husin mengalami cidera, matanya harus dioperasi lantaran menyelesaikan pencurian buah sawit milik perusahaan tersebut . 

"Ceritanya ada pencurian sawit yang tertangkap basah dalam kebun, lantaran terlalu emosi sehingga retina mata saya sobek dan terpaksa dioperasi," bahkan biaya operasinya sampai kini masih belum diganti oleh perusahaan .

Namun, dirinya malah merasa dihianati oleh pihak perusahaan. "Sampe sekarang, gaji saya juga tidak dibayarkan," ungkapnya.

Dirinya mengatakan sudah memperjuangkan hak karyawan lain agar gajinya dibayar. 

"Saya sudah berusaha komunikasi via telpon dan WA , dan terakhir tulis surat ke Jakarta, namun tidak ada balasannya, saya sudah mencoba meminta kepada pimpinan perusahaan namun tidak ada tanggapan juga," jelas Husin. 

Merasa tidak menemukan titik terang, akhirnya Husin mencoba mendatangi Disnaker Provinsi Jambi untuk meminta bantuan penyelesaian perselisihan hak-nya sebagai karyawan .

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved