Berita Muaro Jambi
Harga TBS Kelapa Sawit Turun Drastis, Petani di Muaro Jambi Pilih Tak Panen
Harga TBS kelapa sawit turun drastis dalam beberapa pekan terakhir. Petani di Muaro Jambi pilih tak panen dan membiarkan sawit busuk di pohon
Penulis: Muzakkir | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Petani kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi menjerit. Pasalnya harga TBS kelapa sawit di tingkat pengepul atau tauke hanya hanya Rp 600 per kilogram.
Murahnya harga kelapa sawit ini dikarenakan banyak perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tidak menerima tandan buah segar (TBS) dari petani.
Alasannya karena CPO penuh. Pihak perusahaan tidak bisa melakukan ekspor seperti biasanya.

Seorang petani kelapa sawit di Desa Tanjung Katung Kabupaten Muaro Jambi menyebut jika saat ini petani banyak yang mengeluh dengan murahnya harga kelapa sawit saat ini.
“Hargo turun terus. Hari ini bae di pabrik dekat sini mampu beli hanya Rp 950 perkilogramnya,” kata Junai petani sawit asal Desa Tanjung Katung Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (24/6).
Berdasarkan informsi yang dia terima, saat ini banyak pabrik kelapa sawit yang sudah tidak membeli TBS.
Alasannya karena tanki CPO penuh dan tidak bisa ekspor.
Kata Junai, saat ini banyak petani yang mengurungkan niatnya untuk memanen kelapa sawit, sebab biaya panen tidak sebanding dengan harga jual.
Buah krlapa sawit tersebut dibiarkan di pohon. Sebagian ada juga yang memanen namun tidak dijual. Setelah dipanen ditumpuk dibawah pokok untuk dijadikan pupuk.
Baca juga: Komisi II Sayangkan BUMD PT JII Tak Mampu Sumbangkan PAD, DPRD Belum Yakin Beri Tambahan Modal
Baca juga: Hasil Rapat Disbun, Harga TBS Kelapa Sawit Periode 24-30 Juni 2022 Turun Drastis
“Harga kelapa sawit yang turun, upah panen tidak turun. Belum lagi harga pupuk naik terus jugo,” imbuhnya.
Hal itu juga diungkapkan Ari pengepul kelapa sawit di kawasan Sengeti.
Katanya, saat ini harga sawit terus turun.
Dan hari ini saja disalah satu pabrik turun harga hingga Rp 150 perkilogram.
Sementara harga belinya hanya Rp 900 hingga Rp 1.000 perkilogramnya.
“Kami yang beli sawit ko saro jugo. Dak balik modal, untung be dak tutup jugo,” imbuhnya. (Tribunjambi.com/Muzakkir)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Sekda Sudirman Apresasi Penyelenggaran Rakor Hukum
Baca juga: Cerita Sedih Sari Mustifah Sudah Seminggu Tidak Bisa Lagi Menjual TBS Sawit
Baca juga: Daftar Harga TBS Sawit Jambi Periode 24-30 Juni 2022, Turun Dari Periode Sebelumnya