Cerita Sedih Sari Mustifah Sudah Seminggu Tidak Bisa Lagi Menjual TBS Sawit
Petani di Kabupaten Batanghari sudah seminggu belakangan ini tidak bisa menjual TBS sawit lagi
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sari Mustifah, satu petani di Kabupaten Batanghari mengatakan tidak dapat menjual TBS sawit.
Menurut Sari Mustifah, sudah seminggu ini dia tidak bisa menjual TBS sawit.
Dikatakan Sari Mustifah, pabrik tutup menjadi penyebab dia tidak bisa lagi menjual TBS sawit.
"Sebelumnya pabrik yang biasanya masih buka, tetapi jual (buah sawit-red) dibatasi. Sekarang malah nggak bisa jual buah," katanya, Kamis (23/6/22).
Itu membuat tengkulak dengan jumlah banyak tidak mau menerima penjualan TBS sawit dari para petani.
Baca juga: Daftar Harga TBS Sawit Jambi Periode 24-30 Juni 2022, Turun Dari Periode Sebelumnya
Tengkulak merupakan penjual perantara yang membeli hasil bumi dari tangan pertama.
Pada kondisi petani sawit, artinya perantara antara petani sawit dengan pabrik pengolahan kelapa sawit.
Akhirnya, sudah satu pekan ini keluarga Sari Mustifah tidak memanen buah sawit.
Sementara, Koperasi Unit Desa (KUD) baru mau menerima penjualan TBS sawit dari petani, namun mencari pabrik lain yang kondisinya juga dibatasi.
Sementara itu, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi mengeluarkan harga TBS sawit untuk periode periode 24-30 Juni 2022.
Untuk minggi ini, harga TBS sawit mengalami penurunan dari sebelumnya.
Putri Rainun Kepala Bidang Pengolahan, Standardisasi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menandatangani surat penetapan harga TBS sawit tersebut.
Putri Rainun bilang, pihaknya telah mengeluarkan hasil rapat penetapan harga TBS kelapa sawit periode 24 sampai 30 Juni 2022.
Untuk harga rata-rata crude palm oil (CPO) yang akrab disebut minyak sawit sebelumnya Rp 11.108,56 saat mulai besok sampai 30 Juni 2022 yaitu jadi 9.509,39.
Rata-rata inti sawit periode harga yang lalu yaitu Rp 5.721,84 jadi Rp 4.913,29.