Berita Batanghari

Warga Batanghari Protes Terkait Waktu Operasional Truk Batu Bara, Ini Respon Fadhil Arief

Aksi protes tersebut berhasil menyorot perhatian publik. Tak terkecuali orang nomor satu di Batanghari, Muhammad Fadhil Arief.

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
Tribunjambi/Musawira
Bupati Batanghari M Fadhil Arief. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Warga Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian baru-baru ini menggelar aksi unjuk rasa terkait waktu operasional truk angkutan batu bara.

Aksi protes tersebut berhasil menyorot perhatian publik. Tak terkecuali orang nomor satu di Batanghari, Muhammad Fadhil Arief.

Baru-baru ini Fadhil Arief menanggapi terkait aksi tersebut. 

Menurutnya, aksi yang dilakukan hampir ribuan warga tersebut memang sudah mencapai titik klimaksnya.

“Gambaran aksi ini sudah pernah saya sampaikan disaat rapat di Provinsi Jambi. Masyarakat Batanghari sudah tiba waktunya. Menurut mereka rekayasa yang diterapkan belum begitu baik,” katanya, Jumat (10/6/2022).

Fadhil Arief bilang, sudah begitu banyak pihak-pihak yang tidak mematuhi apa yang sudah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jambi.

Ke depan, Fadhil Arief bilang konsistensi dari kebijakan yang dibuat perlu dipertahankan. 

“Kita tahu ada batasan kewenangan. Saya sebagai Bupati Batanghari tentunya tidak akan melebihi batas kewenangan yang saya miliki. Karena negara mengatur seperti itu,” ujarnya.

"Sebagai bupati, harus menerima dan menyuarakan kembali aspirasi dari rakyat Batanghari. Sebab semua masyarakat harus selamat, pengusaha selamat, sopir dan keluarga sopir angkutan baru bara juga harus selamat," sambungnya.

Sebab, begitu banyak unit kerja yang hidup diusaha pertambangan batu bara ini dan juga begitu banyak dampak yang dirasakan masyarakat saat dilalui angkutan batu bara.

“Ke depan menjadi pengingat kita bersama. Bulan lalu warga Kelurahan Pasar Baru yang unjuk rasa, belakangan ini warga Kelurahan Sridadi. Tidak menutup kemungkinan warga Desa Tenam, Desa Simpang Terusan apabila masyarakat melakukan aksi seperti ini artinya ada alarm bagi kita bagi pemangku kebijakan bahwa ada solusi yang belum tepat untuk menangani ini bersama,” jelasnya.

"Aksi ini mengingatkan kepada pemangku kepentingan bahwa harus ada solusi cepat dan terbaik, dengan keadaan saat ini, solusi permanenya adalah jalan khusus. Pembangunan jalan ini butuh proses. Sebelum proses ini selesai bagaimana kehidupan ini berlangsung  dengan harmonis," pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Sebut SE Batu Bara Tidak Berjalan Maksimal

Baca juga: Sebanyak 21 Perusahaan Batu Bara di Jambi Dilaporkan ke Ditjen Minerba, Ini Pelanggarannya

Baca juga: Ini Tujuh Poin Hasil Keputusan Aksi Protes Warga Batanghari Terkait Angkutan Batu Bara

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved