Berita Kota Jambi
Pimpin Rapat Lintas Sektoral Pengendalian dan Penanggulangan PMK di Kota Jambi, Ini Kata Maulana
Tim ini akan mengawasi hewan kurban dan mobilitas hewan kurban dari daerah lain yang akan masuk ke kota Jambi.
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM - Menjelang hari raya kurban 2022 Pemerintah Kota Jambi membentuk tim reaksi cepat.
Wakil Wali Kota Jambi Maulana memimpin rapat koordinasi lintas sektoral pengendalian dan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang di gelar di Aula Telanaipura Bappeda Kota Jambi, Kamis (9/6/2022).
Rapat koordinasi ini sesuai dengan surat keputusan Walikota Jambi No 203 Tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Satuan Tugas Unit Reaksi Cepat (URC) Pencegahan Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Tim ini akan mengawasi hewan kurban dan mobilitas hewan kurban dari daerah lain yang akan masuk ke kota Jambi.
"Hari ini kumpul semua baik itu dari elemen Polri, TNI, Kejaksaan, Satpol PP dan semua OPD yang terkait juga Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan. Karena kita akan menghadapi momentum hari besar yakni idul kurban," ujarnya.
Jika dilihat dari meningkatnya permintaan hewan kurban di kota Jambi maka pemenuhan kebutuhan hewan kurban akan didatangkan dari daerah lain.
Mobilitas hewan ternak inilah yang harus diantisipasi oleh tim reaksi cepat.
Tim gabungan ini akan menegakkan aturan, regulasi, termasuk melakukan pemeriksaan semua hewan kurban yang akan didatangkan ke Jambi sebelum masuk hari raya kurban.
"Jika ada tanda-tanda (PMK) maka harus diisolasi, kepada peternak juga diminta untuk menyediakan kandang isolasi," ujar Maulana.
"Jika sudah diisolasi, yang merawatnya pun harus terpisah, yang merawat dan memberi makan harus satu petugas khusus, tidak boleh sudah kasih makan yang sakit, kasih makan hewan yang sehat, harus terpisah karena yang sehat punya potensi tertular secara tidak langsung," sambungnya.
Maulana juga menyampaikan guna mencegah terjadinya kerugian baik dari pihak peternak maupun dari masyarakat yang berniat untuk ibadah kurban, maka tim reaksi cepat dibentuk.
Hari ini dalam rapat koordinasi nanti akan ditunjuk siapa pelaksana dan tugasnya masing-masing. Termasuk membahas screening internal dan pengawasan hewan ternak yang masuk Kota Jambi.
Dikatakan Maulana, Pemkot Jambi juga akan menyediakan call center khusus dari Dinas Kominfo untuk melaporkan kasus PMK. Nantinya juga akan disediakan informasi untuk masyarakat bagaimana pengelolaan daging hewan kurban yang baik dan benar di era wabah PMK.
Maulana juga akan mengumpulkan seluruh pengurus masjid guna melakukan sosialisasi pengetahuan dan pemahaman tanda-tanda gejala klinis dari hewan yang dicurigai PMK.
"Kita juga akan mengumpulkan seluruh pengurus masjid karena hampir rata-rata pemotongan hewan kurban dilakukan di masjid seluruh pengurus masjid akan diberitahukan pengetahuan pemahaman tanda-tanda gejala klinis dari hewan yang dicurigai PMK jika ada menemukan tanda-tanda itu nanti lapor ke Call center yang nanti akan diumumkan," pungkasnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: 10 Sapi di Tanjabtim Terindikasi Kena PMK, Dinas Peternakan Tunggu Hasil Uji Sampel
Baca juga: Ini Langkah Yang Dilakukan Pemkot Jambi Agar Hewan Kurban Bisa Bebas PMK
Baca juga: Pemprov Jambi Rencanakan Vaksinasi PMK Akhir Juni