Perkelahian Pemuda Akibatkan Satu Keluarga Disiram Air Keras
Ada tujuh orang yang terkena siraman air keras ini, lima di antaranya merupakan satu keluarga.
TRIBUNJAMBI.COM, PALEMBANG – Tujuh orang termasuk satu keluarga yang jadi korban penyiraman air keras sedang apes. Mereka yang tidak tahu apa-apa, akibat perkelahian puluhan orang membuat mereka terkena imbasnya.
Untuk diketahui peristiwa satu keluarga disiram air keras ini terjadi di Kertapati, Palembang, Kamis (2/6/2022) sekitar pukul 20.30 WIB. Ada tujuh orang yang terkena siraman air keras ini, lima di antaranya merupakan satu keluarga. Para korban satu keluarga disiram air keras ini merupakan warga Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati, Palembang.
Astari (45) salah satu korban menceritakan kronologi peristiwa menegangkan yang menimpa empat orang keluarganya itu.
"Awalnya ada yang berkelahi di lorong sebelah kami, gara-gara selisih paham. Waktu habis Maghrib kemarin. Lalu bubar, " kata Astari saat dijumpai di rumahnya di Lorong Banten, Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati.
Namun ternyata keributan kembali terjadi dengan jumlah orang yang lebih banyak. Ada yang masih remaja dan orang dewasa berjumlah sekitar 20 orang. Ada orang yang tidak dikenal yang masuk ke dalam rumah lalu keluar lewat pintu belakang untuk menghindari kejaran massa.
"Tidak tahu mereka cari siapa. Ada orang yang tidak kami kenal masuk rumah lalu keluar rumah kami. Rombongan itu masuk ke lorong kami mencari orang itu jumlahnya lebih banyak. Mungkin yang tadi berkelahi mengajak warga lainnya, " katanya menceritakan ihwal peristiwa satu keluarga disiram air keras.
Baca juga: Tiba-tiba Satu Keluarga Disiram Air Keras, Pelaku Ada Puluhan Orang
Nahasnya ada salah satu warga sekitar bernama Deni (17) yang baru pulang salat Isya bertemu dengan rombongan massa yang mencari orang yang dimaksud. Karena takut ia pun lari ke arah rumah korban. Sedangkan tiga korban lainnya yakni Zamzami, Astari kakak ipar, dan Maleha yang sedang duduk di depan rumah.
“Ada warga RT lain, Deni namanya ketemu rombongan pelaku di dalam lorong dan ikut dikejar, lari ke sini. Terus ada kakak saya dan warga juga lagi duduk di depan warung. Deni tadi sudah kena siram duluan. Rombongan pelaku masuk terlihat membawa parang, pedang dan air keras," jelasnya.
Baca juga: Sumaidi Ditabrak Tronton di Jalan Jambi-Palembang Hingga Terjepit, Tabrak Beruntun 3 Kendaraan Lain
Di sela keributan terjadi Astari mencari keponakannya yakni Syariani (13) karena takut ikut menjadi sasaran. Sebagian pelaku masuk ke rumah Astari sambil mengibas dan menyiramkan air keras ke dalam rumah dan mengenai kedua kakaknya yakni Meni (54) dan Maleha (58).
Selain masuk ke dalam rumah, pelaku juga menyiram air keras di depan rumah dengan cara mengibas-ngibaskan kantong plastik dan terkena tiga orang korban.
Baca juga: Ketahuan Selingkuh, Istri di Bungo Siram Suami dengan Air Keras Hingga Cacat