Breaking News:

Berita Bungo

Ketahuan Selingkuh, Istri di Bungo Siram Suami dengan Air Keras Hingga Cacat

Fitriyani (41) seorang istri di Kabupaten Bungo tega menyiram suaminya dengan air keras hingga cacat karena ketahuan selingkuh.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Fitriyani (41) seorang istri di Kabupaten Bungo tega menyiram suaminya dengan air keras hingga cacat karena ketahuan selingkuh. 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Fitriyani (41) seorang istri di Kabupaten Bungo tega menganiaya suaminya hingga cacat.

Dia menyiram suaminya dengan air keras jenis air aki dan cuka getah.

Peristiwa memilukan itu terjadi di jalan Gudang Pupuk Dusun Lingga Kuamang Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo, Selasa (4/1/2021) lalu.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi dikarenakan sang istri merasa sakit hati karena ulah suaminya yang bernama Sugeng.

Ia sakit hati lantaran sudah sering kali mengetahui jika suaminya selingkuh dengan wanita lain. Tak kuat menahan emosi, dia merencanakan perbuatan keji itu. Beruntung korban dapat diselamatkan dan dilarikan ke klinik Kasih Ibu di kecamatan setempat oleh warga di sana.

Mengetahui kejadian itu, keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Palepat Ilir.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro, S.I.K melalui Kapolsek Pelepat Ilir AKP Panji Lazuardi.

"Ya benar adanya kasus KDRT, istri siram suami dengan air Aki bercampur Cuka Getah," kata Panji.

Setelah menerima laporan itu, pihak kepolisian langsung bergerak cepat dan keesokan harinya polisi langsung mengamankan pelaku.

Berdasarkan keterangan pelaku, lanjut Panji, dia tidak sanggup sakit hati lantaran suami diduga sering selingkuh dengan wanita lain.

Dari pemeriksaan dokter, wajah dan mata korban terbakar akibat air keras tersebut.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan Satu gelas plastik besar Warna Pink, Ember kecil Warna Hijau, Satu Botol Kaca bening Cuka getah merek 61 dan Satu Botol AKI plastik warna Biru.

Atas perkara ini pelaku melanggar pasal Melanggar Pasal KDRT Atau Penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat (2) UU RI No.23 Tahun 2004 ttg penghapusan KDRT Jo Pasal 353 ayat (2) KUHPidana.

Baca juga: Alasan Jambi Belum Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Bungo Dilanda Banjir Besar

Baca juga: Warga Kampung Lebuh Bungo Berharap Pemerintah Cepat Perbaiki Jalan Mereka

Baca juga: Antisipasi Kiriman Banjir Sungai Batanghari dari Bungo, BPBD Muarojambi Minta Masyarakat Waspada

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved