Wali Kota Ambon Ditahan

Penahanan Wali Kota Ambon Diperpanjang 40 Hari, KPK Masih Kumpulkan Bukti Kasus Suap

Richard Louhenapessy dan Andrew Erin Hehanusa tersangka suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon.

Editor: Rahimin
kolase tribunnews
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy. 

TRIBUNJAMBI.COM - Penahanan Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy dan orang kepercayaannya, Andrew Erin Hehanusa diperpanjang selama 40 hari ke depan.

Richard Louhenapessy dan Andrew Erin Hehanusa tersangka suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon.

Perpanjangan penahanan keduanya berlaku mulai 2 Juni 2022 sampai 11 Juli 2022.

Perpanjangan masa penahanan keduanya dibenarkan Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri.

"Hari ini, tim penyidik melanjutkan masa penahanan tersangka RL (Richard Louhenapessy) dkk untuk masing-masing selama 40 hari ke depan," katanya, melalui keterangan tertulis, Selasa (31/5/2022).

Richard Louhenapessy sendiri ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada Gedung Merah Putih dan Andrew di Rutan KPK pada Kavling C1.

"Perpanjangan penahanan ini dalam rangka untuk terus mengumpulkan alat bukti di antaranya pemanggilan saksi-saksi yang diduga kuat mengetahui perbuatan para tersangka tersebut," Ali Fikri menjelaskan.

Selain keduanya, KPK juga menetapkan staf Alfamidi, Amri, sebagai tersangka. Namun, KPK belum menahan pegawai minimarket tersebut.

Untuk diketahui, Richard Louhenapessy diduga menerima uang suap sebesar Rp 500 juta untuk mengeluarkan izin pembangunan 20 gerai minimarket Alfamidi.

Menurut Ketua KPK Firli Bahuri,pemberian uang itu diberikan Amri secara bertahap.

Rp 500 juta terkait izin prinsip pembangunan gerai itu diserahkan kepada orang kepercayaan wali kota bernama Andrew Erin Hehanusa.

“Untuk penerbitan terkait persetujuan prinsip pembangunan untuk 20 gerai usaha retail, AR (Amri) diduga memberikan uang kepada RL (Richard Louhenapessy) sekitar sejumlah Rp 500 juta diberikan bertahap melalui rekening bank milik AEH (Andrew Erin Hehanusa),” katanya saat jump pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/5/2022) lalu.

Richard Louhenapessy dan Andrew disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan pasal 12 B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara, Amri diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: KPK Temukan Catatan Fee Proyek untuk Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy

Baca juga: Richard Sudah Ditahan, Jumlah Gratifikasi Yang Diterima Wali Kota Ambon Masih Dihitung KPK

Baca juga: Wali Kota Ambon Dipanggil KPK Ngaku Sakit, Ternyata Sempat Jalan-jalan di Mall di Jakarta

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved