Minyak Goreng Curah Diburu, Padahal Ancam Kesehatan

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengkritisi penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada minyak goreng curah

Editor: Fifi Suryani
Pedagang mengemas minyak goreng curah di sebuah kios di Jakarta Selatan 

Karena mereka importir CPO terbesar dan merasa dirugikan dengan kebijakan ini.

“Biaya produksi manufaktur maupun harga barang konsumsi di tiga negara tersebut akan naik signifikan, dan Indonesia yang disalahkan," imbuh Bhima.

Krisis Migor Sejak 2019

Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih mengatakan sinyal krisis stok minyak sawit Indonesia sudah mulai tampak paska tahun 2019.

Kala itu, produksi terasa stagnan, ekspor meningkat tipis, sementara konsumsi domestik meningkat.

"Kadang kita lupa, fakta bahwa Indonesia merupakan produsen terbesar global (minyak sawit) menciptakan imajinasi kita memiliki persediaan yang tidak terbatas," kata Alamsyah.

Berdasarkan data dari GAPKI di tahun 2018, ada 4,02 juta ton stok awal di data neraca sawit Indonesia, dengan produksi mencapai 47,44 juta ton, dan konsumsi domestik mencapai 133,49 juta ton.

Saat itu biodiesel baru 3,80 juta ton dan ekspor capai 34,71 juta.

Jika dilihat dari produksi dikurangi konsumsi dan ekspor, Indonesia sudah defisit 0,76 juta ton sejak tahun 2018. 
Stok akhir pada tahun 2018 hanya 3,26 juta ton.

Begitu pula pada tahun 2019, neraca sawit Indonesia menunjukkan defisit 1,02 juta ton.

Hanya pada tahun 2020, neraca sawit Indonesia menunjukkan surplus sebanyak 0,23 juta ton karena produksi meningkat.

“Tapi memang karena tanah kita terbatas, kemudian sawit swadaya rakyat kita itu produktivitasnya sangat rendah. Akibatnya sejak tahun 2019, ke 2020 dan 2021 cenderung stagnan di 51 juta ton," ucap Alamsyah.

"Sementara konsumsi terus naik pasca pandemi, dan ambisi pemerintah untuk meningkatkan program biodiesel,” ujarnya.

Maka wajar kelangkaan minyak goreng dirasakan pada 2022 karena diprediksi Indonesia akan mengalami defisit stok minus 1,5 persen. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved